China Laporkan Kematian Pertama Pasien Covid-19 Setelah 8 Bulan

Bangun Santoso Suara.Com
Kamis, 14 Januari 2021 | 13:15 WIB
China Laporkan Kematian Pertama Pasien Covid-19 Setelah 8 Bulan
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - China melaporkan kasus kematian pertama pasien positif COVID-19, Kamis (14/1), dalam delapan bulan terakhir. Kematian tersebut terjadi dalam gelombang baru di Provinsi Hebei.

Hingga berita ini diturunkan di China terdapat 138 kasus baru dan satu kasus tanpa gejala.

Kasus baru paling banyak terjadi di Provinsi Hebei yang mencapai angka 81, sebanyak 75 di antaranya di Kota Shijiazhuang.

Sampai saat ini ada 16 pasien yang dalam kondisi parah, namun tidak disebutkan apakah itu pasien baru atau bukan.

Sebelumnya, China melaporkan lonjakan harian terbesar kasus baru COVID-19 dalam lebih dari 10 bulan karena kenaikan infeksi corona di provinsi Heilongjiang timur laut hampir tiga kali lipat.

Kondisi itu menunjukkan ancaman yang berkembang menjelang hari libur nasional utama di China.

Komisi Kesehatan Nasional mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa 138 kasus baru COVID-19 dilaporkan pada 13 Januari, atau naik dari 115 kasus sehari sebelumnya dan menandai lompatan tertinggi sejak 5 Maret.

China juga melaporkan satu korban jiwa tambahan, yang menandai peningkatan pertama jumlah korban tewas akibat COVID-19 sejak pertengahan Mei.

Komisi tersebut mengatakan 124 dari 138 kasus baru itu adalah infeksi lokal, dan 81 di antaranya dilaporkan di provinsi Hebei di sekitar Beijing dan 43 lainnya di provinsi timur laut, Heilongjiang.

Baca Juga: Reaksi Pejabat Riau Usai Disuntik Vaksin Covid-19 Sinovac China

Meskipun peningkatan harian kasus COVID-19 dalam beberapa hari terakhir tetap merupakan bagian kecil dari apa yang telah dialami China pada puncak pandemi pada awal 2020, China menempatkan lebih dari 28 juta orang di bawah karantina rumah pada Januari sebagai bagian dari suatu paket langkah-langkah agresif yang dirancang untuk mengekang penyebaran infeksi virus corona.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI