Tak Menghargai Guru! Siswi SMP Injak Rapor di TikTok, Videonya Dikecam

Rabu, 23 Desember 2020 | 13:56 WIB
Tak Menghargai Guru! Siswi SMP Injak Rapor di TikTok, Videonya Dikecam
Tak Menghargai Guru! Siswi SMP Injak Rapor di TikTok, Videonya Dikecam. (instagram.com/memomedsos)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Video siswi SMP injak rapor viral di TikTok. Video viral tersebut juga langsung menyebar luas setelah dibagikan ulang di berbagai akun media sosial yang lain seperti Instagram, Twitter, dan sebagainya.

Terdapat lima pelajar dari salah satu SMP di Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat yang kini terpaksa menerima pil pahit. Lima siswi SMP yang menginjak-injak rapor tersebut dikeluarkan dari sekolah.

Keputusan dari sekolah tersebut mendapat penolakan dari orangtua murid. Mereka tidak terima anaknya dikeluarkan. Alasannya, karena pihak sekolah tidak memberikan peringatan terlebih dahulu.

Dikutip dari Beritabali.com (jaringan Suara.com), seorang murid mengaku kaget dengan keputusan pihak sekolah yang mengeluarkan anaknya.

Apalagi sang anak kini hanya bisa menangis, menyesali perbuatannya injak rapor sekolah.

Anak saya menangis, tidak mau makan. Kaget dia, gara-gara TikTok dia dikeluarkan dari sekolah. Kami juga orang tua kaget, bagaimana ini? Bisakah anak saya sekolah lagi?" keluh Baiq Raehan (38 tahun), ibu salah satu siswa yang dikeluarkan, Selasa (22/12).

Raehan tahu anaknya dikeluarkan dari sekolah setelah mendapat surat panggilan orang tua pada Senin (21/12).

Datangnya surat itu sempat membuat Raehan bingung. Pasalnya, pembagian rapor siswa sudah berlangsung pada Jumat (18/12). Dan saat memenuhi panggilan tersebut, Raehan malah dijelaskan soal kesalahan anaknya.

"Kami dikumpulkan dan dijelaskan, bahwa anak kami membuat TikTok yang menginjak injak rapor sekolah, Nah karena perbuatannya itulah pihak sekolah akhirnya memutuskan untuk mengeluarkan mereka. Anak-anak teriak histeris tidak menyangka kalau harus dikeluarkan dari sekolah," jelas Raehan.

Baca Juga: Pamit Paling Nyesek, Ayah ini Berlinang Air Mata Lepas Putrinya Menikah

Dia mengatakan semestinya sekolah memberikan peringatan dahulu, memberi kesempatan pada anak-anak agar tidak mengulangi perbuatannya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI