Suara.com - Sholat Dhuha merupakan salah satu ibadah sunnah yang dijalankan oleh umat muslim. Waktu sholat dhuha dikerjakan setelah matahari terbit hingga sebelum matahari tergelincir.
Bagaimana waktu sholat dhuha yang dianjurkan dan waktu yang dilarang mengerjakan sholat dhuha? Sebagai umat muslim yang baik, alangkah baiknya sebelum mengerjakan sholat dhuha, untuk mengetahui waktu yang tepat mengerjakan sholat sunah tersebut. Berikut penjelasannya.
Sholat dhuha dilakukan dengan minimal 2 rakaat dan maksimal 8 rakaat. Sholat dhuha ini dilakukan 2 rakaat sekali salam.
Sholat dhuha menjadi salah satu amalan yang istimewa karena diwasiatkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada Abu Hurairah. Dijelaskan dalam riwayat Abu Hurairah bahwa Rasulullah memberikan wasiat tiga hal yakni puasa tiga hari setiap bulan, sholat dua rakaat setiap hari, dan sholat witir sebelum tidur.
Diketahui keutamaan sholat dhuha ialah, bagi orang yang mengerjakannya maka akan mendapat ampunan dari Allah SWT atas dosa-dosanya di masa lalu.
Nabi Muhammad menjelaskan, "Siapa yang membiasakan diri (untuk menjaga) sholat duha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (H.R. At-Tirmizi).
Waktu Sholat Dhuha
Baca Juga: Shalat Sunah Rawatib: Waktu, Jumlah Rakaat, dan Niatnya
Mengutip dari NU Online, Syekh Hasan bin ‘Ammar dalam kitab Maraqil Falah, menjelaskan bahwa dhuha merupakan waktu yang dimulai dari naiknya matahari hingga sebelum matahari tergelincir. Terkait hal itu, Syekh Muhammad bin Abdullah Al-Kharasyi Al-Maliki dalam Syarh Mukhtashar Khalil, mengungkapkan ada tiga waktu antara terbitnya matahari hingga tergelincirnya matahari yakni: