Suara.com - Irjen Napoleon Bonaparte buka suara ihwal pertemuannya dengan Tommy Sumardi dalam perkara penghapusan red notice Djoko Tjandra. Dia juga bercerita soal Tommy yang meminta Brigjen Prasetijo Utomo keluar dengan kalimat 'Ini urusan bintang 3, bintang 1 keluar dulu'.
Hal itu diungkapkan Napoleon saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang atas terdakwa Djoko Tjandra, Kamis (10/12/2020). Eks Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri itu mengakui jika Tommy mengeluarkan kalimat seperti itu.
"Dia (Tommy) bawa tiga nama besar saat itu, mungkin ini yang dia tidak ingin didengar Prasetijo jadi mengatakan 'Ini urusan bintang 3, bintang 1 keluar dulu'. Loh kok mau Prasetijo bintang 1 keluar. Tapi saya paham Prasetijo adalah pejabat di Bareskrim jadi mau disuruh keluar dan bahasanya sudah seperti teman," kata Napoleon di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.
Napoleon juga menyebut jika Tommy mengaku dekat dengan Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo. Dalam pertemuan itu, Tommy turut menunjukan sebuah foto.
"Saya ingin tahu siapa, jadi orang pertama yang disebut dan katanya betul, dia cerita utusan dan dekat dengan Kabareskrim (Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo) dengan menunjukkan foto," sambungnya.
Bahkan, Tommy disebut menelpon Wakil Ketua DPR RI dari fraksi partai Golkar Azis Syamsuddin. Napoleon beranggapan, tindakan Tommy dilakukan untuk meyakinkan dirinya.
"Terakhir, Dia menelepon Azis Syamsuddin, Wakil Ketua DPR dan menyerahkan HP-nya ke saya. Telepon ini saya pahami, kalau orang ini meyakinkan saya untuk permintaannya tolong dilayani karena pertama membawa jenderal dan menunjukkan kedekatannya dengan Kabaresrim walau saya tahu dia itu adik kelas, kemudian ingin menunjukkan yang lebih besar lagi yaitu Pak Azis Syamsuddin juga petinggi pejabat negara," bebernya.
Kesaksian Prasetijo
Sebelumnya, Prasetijo yang juga duduk sebagai saksi bercerita soal Tommy yang meminta agar dikenalkan kepada Napoleon. Dia menuturkan, pada pertengahan Maret 2020, Tommy tiba-tiba datang ke ruang kerjanya. Saat jenderal bintang satu itu bertanya maksud kedatangannya, Tommy hanya berkata,"Oh saya mau main saja Bro".
Baca Juga: Irjen Napoleon: Red Notice Djoko Tjandra Terhapus Permanen Sejak 2019
Tak berselang lama, Tommy meminta pada Prasetijo untuk dikenalkan kepada Napoleon. Bahkan, eks Kepala Biro Koordintor dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri itu diminta Tommy untuk menelpon Napoleon.