“Nggak usah takut kalau ingin sembuh, jalani saja walaupun minum obatnya banyak,” kata Tri kepada Erick Tanjung yang menemuinya di ruang radiologi RS Persahabatan.
Setiap hari, Tri minum 15 jenis obat dan dia mesti melakukan itu sampai dua tahun.
Tri yakin akan datangnya kesembuhan. Ia mengatakan untuk mempercepat proses penyembuhan, harus konsentrasi dan meminimalisir berbagai masalah.
“Jadi saya jalani saja dengan fokus untuk berobat dan disiplin setiap hari meminum obat,” uja Tri.
Bapak dari dua anak ini mengatakan efek obat TBC RO beragam, tergantung kondisinya. Tetapi, antara lain pusing, mual, hingga muntah-muntah, bahkan bisa berimbas pada berat badan, iritasi kulit, kelumpuhan, hilang pendengaran, sampai kebutaan.
Tri sendiri mengalami iritasi kulit dan gangguan penglihatan.
Sambil mengikuti prosedur pengobatan di RS Persahabatan, Tri tetap aktif bekerja dan dia disiplin memakai masker di tempat kerja, Unit Pengelolaan Sampah Terpadu Dinas Lingkungan Hidup Jakarta yang berada di Bantargebang.
“Sampai sekarang saya masih aktif bekerja,” katanya.
Tri beruntung atasan dan teman-temannya mendukung agar dia cepat sembuh. Dukungan mereka bagi Tri menjadi suplemen penting.
Baca Juga: Malapetaka Abu Emas Hitam, Petani Banten Dikepung Polusi PLTU Suralaya
“Rekan-rekan kerja mengerti, mereka tidak masalah dengan penyakit saya, yang penting kan selalu pakai masker,” tuturnya.