Viral Rombongan Gowes Masuk Damri Bawa Sepeda, Penumpang Lain Menderita

Minggu, 29 November 2020 | 19:22 WIB
Viral Rombongan Gowes Masuk Damri Bawa Sepeda, Penumpang Lain Menderita
Viral Rombongan Pegowes Masuk Bus Damri Bawa Sepeda (Instagram/tante_rempong_official).
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Seorang pria bernama Debi Rubiansyah baru saja mengungkapkan kekesalannya usai menaiki bus Damri jurusan Alun-alun Bandung menuju Kota Baru Parahyangan, Padalarang.

Bukan tanpa sebab, kekesalan pria dibalik akun Twitter @debirobi itu muncul lantaran ada sekelompok pegowes yang menaiki bus Damri dengan membawa sepeda mereka.

Parahnya, sepeda-sepeda tersebut tidak ditempatkan rapi sehingga membuat penumpang lainnya menderita.

Kisah Debi Rubiansyah viral di media sosial usai berulang kali dibagikan ulang, salah satunya oleh akun Instagram @tante_rempong_official, Minggu (29/11/2020).

Viral Rombongan Pegowes Masuk Bus Damri Bawa Sepeda (Instagram/tante_rempong_official).
Viral Rombongan Pegowes Masuk Bus Damri Bawa Sepeda (Instagram/tante_rempong_official).

"Tolong @damri_bandung tindak tegas bikin aturannya ini gimana kita penumpang naik bus umum jurusan Padalarang Kota Baru harus berdiri akibat banyak sepeda masuk bus umum. Kita sama-sama bayar," ujar Debi mengawali ceritanya.

Kemudian, Debi mengatakan, penumpang bus Damri lain tidak bisa duduk lantaran para pegowes telah memakan banyak tempat.

Saat Debi mengeluhkannya pada supir Damri, jawabannya justru semakin membuatnya kesal.

"Kita nunggu bus ini 30 menit berharap ada kursi kosong pas masuk kayak dapat ZONK! Saya udah bilang ke supirnya Pak tolong rapihin biar muat penumpang, cuma bilang 'kasihan mereka cape', terus kita ini.....," sambug Debi.

Debi dalam cuitannya mengecam para pegowes yang dirasa mengganggu kenyamanan pengguna bus Damri lainnya itu. Menurut dia, para pegowes tak seharusnya berulah demikian.

Baca Juga: Batal Dipakai saat Perpisahan, Gaun Prom Remaja Ini Malah Jadi Viral

"Niat go green tapi gak ada otak. Naik sepeda ke Kota Baru Padalarang terus naik bus umum bari sapedah ngalangin penumpang lain sambil gak tempat duduk," tegas Debi.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI