Angin bertiup ke barat menuju daerah padat penduduk, termasuk Manila, dan provinsi-provinsi yang masih belum pulih dari hantaman topan sepekan lalu, berujung pada tewasnya 22 orang.
Badan Cuaca Filipinan mengatakan dalam 12 jam ke depan, angin super kencang dan hujan yang sangat deras akan terjadi.
Topan membuat puluhan ribu penduduk desa di Albay, terutama yang dekat dengan gunung berapi aktif Mayon, telah dipindahkan ke tempat aman.
Warga telah diperingatkan akan adanya kemungkinan tanah longsor, banjir, gelombang badai lebih dari lima meter hingga angin super kencang.
"Angin bertiup kencang, Kami bsia mendengar pohon-pohon itu dihantam. (Angin) itu sangat kuat," kata Francis Borras, warga kota pesisir Legazpi, kepada AFP.
Kepala Keamanan Publik Provinsi Albay Cedric Daep mengatakan angin bahkan membuat dua pusat evakuasi robek, membuat sejumlah orang pindah ke lantai dasar.
Lebih jauh badan cuaca mengatakan topan akan terus berkutat di sekitar Manila mulai Minggu malam hingga Senin (2/12) pagi. Publik diminta bersiap untuk kemungkinan terburuk.
Selain ditutupnya bandara Manila hingga Senin, pemerintah telah menyiagakan militer, polisi nasional, penjaga pantai, hingga pemadam kebakaran.
Badan manajemen bencana mengatakan antara 19 juta hingga 31 juta orang akan terkena dampak topan, termasuk mereka yang berada di zona berbahaya.
Baca Juga: Gegara TikTok, Seorang Balita 4 Tahun Hampir Tewas Gantung Diri
Otoritas berwenang mengatakan evakuasi topan akan menjadi lebih sulit di tengah pandemi virus corona.