Hari Sumpah Pemuda, Mengapa Ganjar Pranowo Dapat Kado?

Rabu, 28 Oktober 2020 | 15:15 WIB
Hari Sumpah Pemuda, Mengapa Ganjar Pranowo Dapat Kado?
Sri Puji Mulyo Siswanto, menyerahkan kado kepada Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Rabu (28/10/2020). (Dok : Pemprov Jateng)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Ada yang spesial bagi Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, di Hari Sumpah Pemuda tahun ini. Tiba-tiba, ia mendapat kado dari seorang lelaki yang datang ke kantornya, Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jateng. 

“Selamat ulang tahun pak. Ini kado dari kami sebagai bukti, kami telah kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi," kata lelaki, yang diketahui bernama Sri Puji Mulyo Siswanto,  Rabu (28/10/2020).

Dengan berkopiah batik, Sri Puji menyerahkan bungkusan berwarna emas dengan pita Merah Putih, dan diserahkan pada Ganjar. Bungkusan itu ternyata adalah kado dari eks Napi Terorisme di Yayasan Persadani.

Sri Puji sendiri merupakan eks napi yang ditangkap dan dipenjara selama enam taun usai menyembunyikan Noordin M Top dan Dr Azhari, otak sejumlah serangan terorisme di Indonesia. Sri Puji juga pernah dipenjara karena terlibat pelatihan terorisme di Aceh.

Sri Puji sengaja datang menemui Ganjar untuk memberikan kado istimewa. Ia tahu, orang nomor satu di Jateng itu genap berusia 52 tahun, tepat di hari Sumpah Pemuda.

Ketika dibuka, ternyata kado yang didapat Ganjar adalah Bendera Merah Putih. Ganjar pun langsung tersenyum, menepuk-nepuk pundak Sri Puji dan mengucapkan terima kasih.

"Ini bendera kami jahit sendiri pak, sebagai simbol bahwa kami eks napiter telah menyatakan kembali pada NKRI," terang Sri Puji.

Ganjar kemudian mengajak ngobrol Sri Puji. Kepadanya, Ganjar menanyakan kisah selama tersesat dalam jaringan terorisme sampai kembali sadar, dan meminta masukan agar masyarakat lain tidak terjerumus pada hal yang sama.

"Surprise sekali saya mendapat kado ini. Menarik ya, karena kita menemukan saudara-saudara kita, yang pernah tersesat dan mereka kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Hari ini, mereka sudah melakukan aktivitas untuk berbagi pengalaman, cerita bagaimana nilai-nilai kemanusiaan, kebangsaan penting untuk dijaga," kata Ganjar.

Baca Juga: Jelang Liburan, Ganjar Pranowo Minta Sarana Protokol Kesehatan Disiapkan

Ganjar juga menyampaikan pesan dari para eks napi pada masyarakat, agar selalu hati-hati. Apabila ada orang yang mengajak untuk merusak dan memecah belah, maka harus dicek dahulu kebenarannya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI