Terkuak dari CCTV, Pelaku Begal Marinir di Dekat Istana Tunggangi 2 Motor

Rabu, 28 Oktober 2020 | 12:46 WIB
Terkuak dari CCTV, Pelaku Begal Marinir di Dekat Istana Tunggangi 2 Motor
Kolonel Pangestu dijambret. (Instagram/@cetul22)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Polisi menduga bahwa pelaku begal terhadap seorang Perwira Marinir, Kolonel Pangestu Widiatmoko di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat menggunakan dua sepeda motor. Hal itu diketahui setelah polisi memeriksa sejumlah kamera pengintai alias CCTV di lokasi kejadian, Senin (26/10/2020) lalu.

"Petunjuk awal dari CCTV ada dua sepeda motor yang diduga pelaku," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2020).

Dugaan jika pelau mengendarai dua sepeda motor juga diketahui setelah polisi menggali keterangan tiga orang saksi yang melihat peristiwa penjambretan terhadap Kolonel Pangestu. 

"Saksi sudah tiga orang kami periksa saksi adalah orang-orang yang di sekitar lokasi ya," tutup Yusri.

Bentuk Tim Khusus

Polda Metro Jaya mengaku telah membuat tim khusus guna menindak dan mengejar para begal sepeda yang kini marak di Jakarta. 

Yusri mengatakan tim khusus tersebut dipimpin oleh Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum, Kombes Tubagus Ade Hidayat.

"Polda Metro Jaya telah membentuk tim, Kapolda menyampaikan tim ini dibentuk dibawah pimpan Dirreskrimum untuk mengungkap begal-begal yang ada," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Selasa (27/10/2020).

Jalan Medan Merdeka Barat yang menjadi lokasi ketika Kolonel Pangestu Widiatmoko terkena aksi begal.(Suara.com/Bagaskara)
Jalan Medan Merdeka Barat yang menjadi lokasi ketika Kolonel Pangestu Widiatmoko terkena aksi begal.(Suara.com/Bagaskara)

Untuk itu, kepolisian juga mengimbau agar para pesepeda tetap waspada saat berada di jalan raya.

Baca Juga: Polisi Buru Pembegal Marinir, Publik Pastikan Pelaku Tak Bisa Tidur Tenang

"Kami mengimbau kepada para pesepeda tolong menjaga safety diri sendiri jangan bersepeda ditempat-tempat sepi itu pertama. Kedua jika bersepeda jangan sendiri kalau bisa berkelompok untuk menghilangkan rumus N + K atau niat dan kesempatan pelaku," jelas Yusri.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI