Koar-koar di Youtube
Penangkapan terhadap Gus Nur dilakukan atas dugaan tindak pidana terkait menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap NU melalui akun YouTube MUNJIAT Channel pada 16 Oktober 2020 lalu.
Pada tanggal 21 Oktober 2020, Gus Nur juga telah dilaporkan oleh Ketua Pengurus Nahdlatul Ulama Cabang Cirebon Azis Hakim ke Bareskrim Polri. Laporan itu bernomor LP/B/0596/X/2020/Bareskrim.
Ketika itu Azis melaporkan Gus Nur dengan tuduhan telah melakukan tindak pidana penghinaan dan ujaran kebencian melalui media elektronik berkaitan dengan sesi wawancara dengan Refly Harun di akun YouTubenya.
Di dalam sesi wawancara di akun YouTube Refly Harun, Gus Nur sempat membuat pernyataan bahwa NU saat ini sudah berubah tak seperti yang ia kenal dulu.
"NU di rezim ini sudah berubah 180 derajat, penumpangnya merokok semua, yang wanita mengumbar aurat. Ini berbeda dengan NU yang saya kenal dulu" ujar Gus Nur.
Selain itu, Gus Nur juga mengibaratkan NU seperti bus umum. Di mana, menurut Gus Nur, bus umum yang diibaratkan NU itu disopiri oleh pemabuk.
"Saya ibaratkan NU sekarang itu seperti bus umum. Sopirnya mabuk, kondekturnya teler, kernetnya ugal-ugalan. Dan penumpangnya itu kurang ajar semua. Merokok, nyanyi juga, buka-buka aurat juga, dangdutan juga," katanya.
Baca Juga: Gus Nur Koar-koar soal NU di Youtube, Polisi Bakal Periksa Refly Harun