Jokowi Sempat Tuduh SBY Dalangi Demo dan 4 Berita Lainnya

Selasa, 27 Oktober 2020 | 15:28 WIB
Jokowi Sempat Tuduh SBY Dalangi Demo dan 4 Berita Lainnya
Mantan Presiden ke enam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Sekretariat Presiden)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Ekonom Rizal Ramli mengungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengetahui bila Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi sponsor dana dalam demo Aksi 411 dan Aksi 212 di Jakarta. Tak tanggung, dana yang dikeluarkan mencapai Rp 100 miliar.

Berita selanjutnya, seorang balita berusia 4 tahun mengidap penyakit langka. Selama 4 tahun hidup, ia tidak bisa memakan makanan dan minuman selain susu khusus yang pahit rasanya.

Selain dua berita di atas, berikut Suara.com merangkum berita terpopuler lainnya sepanjang Selasa (27/10/2020).

1. Rizal Ramli Sebut Jokowi Ungkap SBY Habiskan Rp 100 Miliar untuk Aksi 212

Presiden Joko Widodo (Dok. Kris-BPMI)
Presiden Joko Widodo (Dok. Kris-BPMI)

Presiden Jokowi mengungkap SBY dalang demo Aksi 411 dan Aksi 212 di Jakarta. Bahkan Presiden Keenam RI itu menjadi sponsor dana demo besar-besaran itu sampai Rp 100 miliar.

Hal itu diungkapkan Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli. Rizal Ramli membongkar pertemuannya dengan Presiden Jokowi jelang Aksi 411 dan Aksi 212 tahun 2016 silam. Itu lah yang diceritakan Jokowi saat itu.

Baca selengkapnya

2. Viral Istri Tak Masak Malah Senam, Pria Ngamuk Banting Kompor Gas

Pria marah-marah membanting kompor gas ke jalanan. (Instagram/@nenk_update)
Pria marah-marah membanting kompor gas ke jalanan. (Instagram/@nenk_update)

Seorang pria mengamuk dengan membanting sebuah kompor gas ke jalanan kampung hingga menggegerkan warga.

Baca Juga: Jokowi Bakal Beri Sepeda ke Warga yang Tidak Senang Dapat Sertifikat Tanah

Video pria yang emosi membanting kompor gas itu terekam kamera warga dan menjadi viral di sosial media, salah satunya diunggah oleh akun Instagram @nenk_update pada Selasa (27/10/2020).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI