Dewan Muslim Prancis Buka Suara Usai Macron Dikecam Dunia

Selasa, 27 Oktober 2020 | 10:38 WIB
Dewan Muslim Prancis Buka Suara Usai Macron Dikecam Dunia
Presiden Prancis, Emmanuel Macron. [Ian LANGSDON / POOL / AFP]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Dewan Kepercayaan Muslim Prancis (CFCM) buka suara setelah Presiden Emmanuel Macron mendapat kecaman dari dunia terkait komentarnya yang dinilai menghina Islam dan Nabi Muhammad.

Macron mengundang kontroversi karena komentarnya pasca pemenggalan guru sejarah pada 16 Oktober lalu. Dia menilai Islam adalah agama yang tengah mengalami krisis di seluruh dunia.

Kepala Dewan Kepercayaan Muslim Prancis, Mohammed Moussaoui, meyakini pemerintah Prancis tidak mengucilkan Islam. Kaum muslim juga disebut mereka tak ada yang dianiyaya.

"Prancis adalah sebuah negara besar di mana Muslim tidak dianiaya," kata Mohammed Moussaoui dikutip dari Le Parisien, Selasa (27/10/2020).

"Mereka dengan bebas membangun masjid mereka dan dengan bebas menjalankan ibadah mereka."

Emmanuel Macron telah berjanji akan memerangi kelompok Islam radikal pasca pemenggalan guru sejarah oleh remaja berusia 18 tahun bernama Abdullah Anzorov.

Abdullah Anzorov memenggal Samuel Paty setelah guru sejarah itu menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya dalam diskusi kelas tentang kebebasan berbicara.

Insiden itu membuat publik Prancis geram dan unjuk rasa mendukung Samuel Paty pun menggema di berbagai wilayah Prancis.

Macron yang mendatangi lokasi pembunuhan di luar sekolah menengah Bouis-d'Aulne, langsung mendekralasikan 'perang' terhadap Islam radikal.

Baca Juga: Geger Kabar Pogba Pensiun dari Timnas usai Agamanya Dihina Presiden Prancis

"Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia saat ini, kami tidak hanya melihat ini di negara kami," kata Macron beberapa waktu lalu.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI