Denny Siregar: Memang Hari Ini Ada Demo? Kok Gak Kerasa Ya?

Rabu, 21 Oktober 2020 | 08:52 WIB
Denny Siregar: Memang Hari Ini Ada Demo? Kok Gak Kerasa Ya?
Aksi ribuan buruh dan mahasiswa se-Malang Raya demo di DPRD Kota Malang (Foto: Suarajatimpost)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Aksi unjuk rasa memprotes UU Omnibus Law Cipta Kerja kembali terjadi di berbagai kota pada hari ini, Selasa (20/9/2020). Sejumlah elemen masyarakat ikut turun ke jalan memprotes UU yang dianggap berat sebelah lantaran dirasa cenderung merugikan golongan pekerja.

Pegiat Media Sosial Denny Siregar angkat bicara mengomentari jalannya aksi unjuk rasa hari ini.

Lewat jejaring Twitternya, Denny Siregar nampak menanyakan apakah demonstrasi benar-benar ada. Sebab, ia sendiri mengaku tak merasakannya.

"Emang ada demo? Dimana? Kok gak kerasa ya?" ujar Denny Siregar, Selasa (20/10/2020) sore.

Kicauan Denny Siregar Mengaku Tidak Merasa Ada Demo Hari Ini (Twitter/@Dennysiregar7).
Kicauan Denny Siregar Mengaku Tidak Merasa Ada Demo Hari Ini (Twitter/@Dennysiregar7).

Dalam cuitan lainnya, Denny Siregar mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan massa aksi saat turun ke jalanan sembari membawa poster bertuliskan protes atas UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Denny Siregar nampak seperti meledek massa aksi tersebut. Ia menyebut mereka hanya sekadar menghabiskan sisa anggaran tahunan saja.

"Habiskan sisa anggaran tahunan..." tukasnya.

Massa Aksi di Jakarta Padati Area Patung Kuda

Sejumlah massa dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan para buruh melakulan aksi demontrasi menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja bertepatan 1 tahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2020).

Baca Juga: Massa Mulai Bakar Ban saat Magrib, Asap Pekat Membumbung di Patung Kuda

Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi sekira pukul 12.50 WIB sejumlah massa dari Gerakan Soekarno Muda mulai melakukan aksi bakar ban di depan barrier kawat berduri dan beton yang dipasang aparat.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI