Laporan Media: Tinder Jadi Sarang Predator Seksual

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 12:41 WIB
Laporan Media: Tinder Jadi Sarang Predator Seksual
Ilustrasi aplikasi tinder pada sebuah ponsel. [Shutterstock]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Investigasi oleh program radio Australia TripleJ Hack telah menyingkap fakta bahwa aplikasi kencan seperti Tinder jadi 'sarang' para predator seksual.

Triple J, program berorientasi remaja milik Australian Broadcasting Corporation (ABC), mengungkapkan hal itu lewat tayangan berjudul "Tinder: A Predators' Playground" pada 12 Oktober lalu.

Menyadur Global Voices, Sabtu (17/10/2020), 175 dari 400 responden TripleJ mengatakan bahwa mereka pernah mengalami pelecehan seksual oleh orang yang mereka temui di aplikasi Tinder.

Sekitar 48 korban pelecehan mengatakan bahwa mereka telah melaporkan kasus itu ke Tinder meski hanya 11 saja yang mendapat tanggapan dari perusahaan layanan kencan milik Match Group tersebut.

Menurut penyelidikan, predator mampu menghindar dari tuduhan pelecehan seksual, menghapus bukti dan menjadi tidak bisa dilacak untuk korban.

Ironisnya, hal itu merupakan fitur buatan Tinder yang pada awalnya dirancang untuk melindungi pengguna, bukan predator seksual.

Wanita mengeluh bahwa tidak hanya sulit untuk mendapatkan respons dari Tinder tetapi juga untuk menyingkirkan predator dari platform.

Dalam tayangan TripleJ, ada sejumlah wawancara dengan para korban, yang berisi rincian kekerasan yang mengerikan termasuk pemerkosaan.

Terungkap juga bahwa salah satu korban telah bunuh diri setelah persidangan pemerkosa berantai yang memiliki banyak profil di Tinder.

Baca Juga: Berlangsung 20 Tahun, Kasus Pelecehan Ayah ke Anak Tiri Akhirnya Terbongkar

Kontroversi Tinder telah menghebohkan banyak orang di situs media sosial lainnya. Halaman Facebook Four Corners memiliki beberapa kiriman dengan ratusan komentar.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI