Suara.com - Setelah sebelumnya merencanakan lockdown seusai rapat paripurna penutupan masa sidang pada Senin (5/10/2020), Dewan Perwakilan Rakyat kekinian ternyata dibatalkan.
Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar mengatakan, memasuki masa reses pihaknya hanya akan melakukan pemgetatan terhadap setiap tamu yang berkunjung ke gedung parlemen.
Lebih dari itu, nantinya DPR akan melakukam penyemprotan disinfektan secara rutin guna mencegah Covid-19.
"Enggak, kami enggak menyebut lockdown tapi kita melakukan penertiban-penerbitan berdasarkan urgensi fleksibilitas berkaitan dengan pelayanan Dewan. Selebihnya kegiatan dilakukan dengan work from home," kata Indra, Rabu (7/10/2020).
"Istilah lockdown ini sebenarnya adalah istilah supaya kami memang di masa reses ini kita ingin melakukan disinfektan dan mensterilkan ruang-ruang kerja," sambung Indra.
Ogah Beberkan Data
Indra sebelumnya mengaku tak mengetahui persis total anggota DPR yang terpapar Covid-19 dari data 18 orang positif yang sempat disampaikan Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin.
Indra berujar jumlah anggota terpapar Covid-19 lebih banyak dari data lantaran masih ada anggota lain yang positif namun enggan disebut dan didata. Indra mengatakan, mereka hanya sebatas melaporkan dirinya positif.
"Ada anggota juga enggak mau didata, dia posirif tapi gak mau (didata)," kata Indra di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu.
Baca Juga: Anies Minta Gedung Parlemen Ditutup, DPR: Tidak Bisa Ujug-ujug Begitu
Lebih jauh, masih kata Indra, dati 18 anggota yang tercatar positif, masing-masing mereka tersebar di tujuh dari sembilan fraksi. Sementara, dua fraksi lainnya tidak berkenan untuk terbuka mengenai anggotanya yang terpapar.