Aksi Trump Keluar Rumah Sakit Demi Sapa Pendukung Tuai Kritikan

Bangun Santoso
Aksi Trump Keluar Rumah Sakit Demi Sapa Pendukung Tuai Kritikan
Presiden AS Donald Trump keluar dari rumah sakit untuk menyapa pendukungnya. (AFP/Alex Edelman)

Mereka menganggap tindakan Trump itu membahayakan nyawa banyak orang

"Tiap orang yang ada di dalam kendaraan untuk aksi tak perlu oleh presiden itu harus menjalani karantina selama 14 hari," kata James Phillips, seorang dokter di Walter Reed sekaligus asisten profesor di George Washington University, lewat unggahannya di Twitter.

"Mereka bisa sakit. Mereka bisa mati. Hanya untuk aksi teatrikal politik," kata dia.
Sementara itu, seorang politisi Partai Demokrat asal Hawaii, Senator Brian Schatz, mengatakan ia mendoakan kesehatan pasukan pengawal Trump.

"Mereka memahami risiko pekerjaan, tetapi mereka tidak seharusnya memikirkan bahwa risiko itu justru datang dari orang yang mereka lindungi," kata Schatz.

Asosiasi Koresponden Gedung Putih mengeluarkan surat pernyataan dan mengecam aksi "berbahaya" Trump yang keluar dari rumah sakit tanpa menginformasikan para jurnalis.

Baca Juga: Indonesia Diminta Mendekat ke BRICS Pasca Trump Umumkan Tarif Impor AS

"Rakyat Amerika Serikat berhak mendapatkan hasil peliputan kegiatan presiden yang independen sehingga mereka dapat menerima informasi yang dapat diandalkan mengenai kesehatan presiden," kata asosiasi.

Sementara itu, dukungan datang dari seorang politisi Partai Republik, Gubernur Texas, Greg Abbott. Lewat unggahannya di Twitter, ia mengatakan: "@realdonaldtrump (akun resmi Presiden Trump, red) tampak cepat pulih dari COVID-19. Banyak doa yang dikabulkan," kata dia. (Antara/Reuters)