Profil Joe Biden, Saingan Donald Trump

Rifan Aditya Suara.Com
Sabtu, 03 Oktober 2020 | 15:49 WIB
Profil Joe Biden, Saingan Donald Trump
Mantan Wakil Presiden Joe Biden yang mencalonkan diri untuk presiden Amerika Serikat dari Demokrat berorasi saat kampanye di Detroit, Michigan, Amerika Serikat, Senin (9/3/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Brendan McDermid/wsj/djo
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Joe Biden menjadi sosok trending topik di Google Trend. Joe Biden baru saja selesai melakukan debat dengan Donald Trump. Yuk kenal profil Joe Biden selengkapnya berikut ini.

Debat dilaksanakan dalam rangka Pilpres AS. Debat diselenggarakan di Case Western Reserve University, Cleveland. Joe Biden merupakan calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat. Berikut profil Joe Biden secara lebih luas.

Senator Delaware Paling Lama

Joe Biden lahir di Scranton, Pennylvania, 20 November 1942. Dia diberi nama lengkap Joseph Robinette Biden Jr. Joe Biden merupakan wakil Presiden Amerika ke 47.

Biden dikenal sebagai Senator Delaware paling lama. Dia sendiri merupakan lulusan University of Delaware 1965.

Joe Biden Terlibat Skandal Pelecehan Seksual

Karir politik Joe Biden sebenarnya cuku cemerlang seandainya tidak tersandung skandal pelecehan seksual. Walaupun tidak terbukti dan hal itu juga sudah dibantah secara keras oleh Biden sendiri namun rumor itu telah menjagal karier politik Joe Biden beberapa kali.

Wakil Presiden ke 47 yang mendampingi Presiden Barack Obama selama dua periode ini tersandung skandal pelecehan seksual dengan perempuan bernama Lucy Flores dan Alexandra "Tara" Reade. Kasus ini selalu diperbincangkan lagi dan lagi kalau Biden nampak mencalonkan diri sebagai pejabat publik.

Joe Biden Melawan Donald Trump

Baca Juga: Donald Trump Positif Covid-19, Bagaimana Nasib Pemilu AS jika Ia Meninggal?

Joe Biden menyampaikan keputusan untuk melawan Donald Trump dalam pilpres 2020 melalui Twitter. Dalam sebuah Video yang diunggahnya, Joe Biden mengatakan Trump tidak pantas menjadi pemimpin.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI