Perdana Menteri Selandia Baru Mengaku Pernah Mencoba Ganja

Kamis, 01 Oktober 2020 | 12:56 WIB
Perdana Menteri Selandia Baru Mengaku Pernah Mencoba Ganja
Jacinda Ardern ketika Pemilihan Perdana Menteri Selandia Baru (Getty Images)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengaku pernah mencoba ganja saat debat calon perdana menteri menjelang pemilu.

"Ya, saya pernah, sudah lama sekali," kata Ardern disadur dari Antara News, Kamis (1/10/2020), menjawab pertanyaan moderator debat yang menanyakan apakah dia pernah mencoba ganja.

Namun Ardern menegaskan bahwa ia akan mengungkapkan keputusannya untuk mendukung legalitas ganja di negara bagian tersebut setelah pemilu pada 17 Oktober.

"Saya membuat keputusan yang jelas bahwa saya ingin publik Selandia Baru untuk memutuskan hal ini dan saya ingin hal ini tidak menjadi politis," ujar Jacinda Ardern.

Dikutip dari Independent, selama debat satu setengah jam tersebut, baik Ardern dan pemimpin oposisi Judith Collins membuat klaim tegas tentang perubahan iklim, kemiskinan anak, dan krisis perumahan.

Jacinda Ardern berjanji akan mengumumkan keadaan darurat iklim dan untuk memberantas kemiskinan anakjika terpilih kembali, sementara Collins, dari Partai Nasional konservatif, berjanji memastikan setiap sekolah di negara itu memiliki toilet ramah gender.

Debat tersebut merupakan yang kedua sebelum pemilu ketika warga Selandia Baru tidak hanya akan memilih pemimpin baru tetapi juga akan memberikan suara dalam referendum tentang eutanasia dan legalisasi ganja.

Baik Collins dan Ardern mendukung proposal eutanasia tetapi hanya Collins yang mengatakan dia akan memilih untuk menentang legalisasi ganja. Collins juga mengakui dia tidak pernah menggunakan obat tersebut.

Kedua calon perdana menteri juga berbicara tentang komitmen mereka untuk melanjutkan "strategi nol covid" Selandia Baru.

Baca Juga: 2 Negara Menunda Pemilu di Masa Pandemi Covid-19, 3 Lainnya Tetap Lanjut

Selandia Baru dielu-elukan sebagai salah satu negara paling sukses dalam penanganan pandemi Covid-19, dengan jumlah kematian hanya 25 dari populasi lima juta.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI