Pemerintah Klaim Bakal Profesional Usut Kasus Pendeta Dibunuh di Papua

Kamis, 01 Oktober 2020 | 11:54 WIB
Pemerintah Klaim Bakal Profesional Usut Kasus Pendeta Dibunuh di Papua
Menko Polhukam Mahfud MD (Dok. Kemenko Polhukam)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Pemerintah ambil sikap terkait aksi pembunuhan anggota TNI dan warga sipil yang terjadi di Intan Jaya, Papua. Selain menegakkan proses hukum, pemerintah juga bakal tim investigasi gabungan.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md mengatakan aparat kepolisian telah diperintahkan menguak kasus pembunuhan terhadap sejumlah warga termasuk pendeta bernama Yeremia Zanambani.

"Jadi polisi diperintahkan untuk terus mengungkap kasus ini secara profesional sesuai hukum berlaku," kata Mahfud melalui virtual, Kamis (1/10/2020).

Selain itu, Mahfud juga menyebut kalau pemerintah bakal membentuk tim investigasi gabungan guna menggali motif di balik pembunuhan tersebut. Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengatakan tim investigasi nantinya akan dibentuk dari berbagai unsur agar objektif.

Mahfud tidak menyebut kapan tim investigasi tersebut bakal dibentuk.

"Agar tidak menimbulkan kontroversi yang nanti selain melibatkan pejabat terkait dan terbatas juga akan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan akademisi yang akan segera dibentuk dalam waktu singkat," ujarnya.

"Ini untuk menggali fakta-fakta dan melaporkan kepada presiden melalui Menko Polhukam sesuai dengan disposisi yang saya terima dari Istana," pungkasnya.

Dibunuh di Kandang Babi

Sebelumnya, pendeta Yeremia ditemukan tewas tertembak senjata api dan tertusuk di Kampung Bomba, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Baca Juga: Unggah Video Ceramah UAS, Mahfud MD Malah Dapat Cibiran

Menurut pendeta yang tidak bisa disebutkan namanya, Pendeta Yeremia ditemukan tak bernyawa di kandang babi miliknya dan ditemukan oleh istrinya pada Minggu pagi.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI