Hewan Peliharaan Bisa Kurangi Tingkat Stres di Tengah Lockdown

Selasa, 29 September 2020 | 14:46 WIB
Hewan Peliharaan Bisa Kurangi Tingkat Stres di Tengah Lockdown
Ilustasi seorang anak kecil bersama hewan peliharaannya. [Shutterstock]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Kabar baik bagi para pemilik hewan peliharaan. Sebuah studi menemukan bahwa memelihara hewan peliharaan dapat mengurangi tingkat stres di tengah lockdown (penguncian) akibat pandemi Covid-19.

Menyadur Science Alert, Selasa (29/9/2020), kelompok peneliti di Inggris, menemukan ada kaitan antara penurunan stres dengan memelihara hewan, baik kucing dan anjing maupun jenis lainnya.

Studi yang telah diterbitkan di PLOS One itu menyebut hewan peliharaan adalah sumber dukungan emosional yang penting bagi banyak orang selama penguncian.

Keberadaan mereka disebut bisa mengurangi kesepian sekaligus meningkatkan kesehatan mental secara umum.

"Pekerjaan ini sangat penting saat ini karena menunjukkan bagaimana memiliki hewan pendamping di rumah Anda dapat menahan beberapa tekanan psikologis yang terkait dengan penguncian," kata peneliti perilaku hewan dari University of Lincoln, Danile Mills.

Menurut Mills, kesepian dapat berakibat buruk terhadap kesehatan mental seseorang, termasuk meningkatnya kecemasan dan depresi.

Dalam penelitian sebelimnya, Mills dan ilmuan lain menyadari bahwa hewan peliharaan dapat membantu orang yang hidup dengan penyakit mental parah seperti bipolar dan skizofrenia.

Sementara studi terbaru ini dilakukan dengan melibatkan orang-orang dari semua lapisan masyarakat dan dalam keadaan yang sebagian dari mereka belum pernah merasakan sebelumnya, pembatasan sosial karena pandemi.

Antara pertengahan April dan akhir Mei, hampir 6.000 orang yang tinggal di Inggris selama penguncian disurvei tentang kesehatan mental dan hewan peliharaan mereka.

Baca Juga: Berkurang, Pasien Positif Covid-19 di Wisma Atlet Jadi 4.687 Orang

Sebagian besar peserta studi memiliki setidaknya satu hewan peliharaan. Jadi meskipun para peneliti mensurvei ribuan orang, hanya sebagian kecil orang yang terlibat tidak memiliki hewan peliharaan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI