Suara.com - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 masih menjadi bahan pembicaraan hangat. Saat ini, tahapan Pilkada telah memasuki masa penetuan pasangan calon dan pengundian nomor urut masing-masing.
Munculnya nama pasangan calon dalam Pilkada serentak tahun ini kontan direspon oleh sejumlah tokoh publik. Salah satunya adalah Denny Siregar yang ikut bersuara terkait dengan sikapnya dalam Pilkada tahun ini.
Lewat akun jejaring sosial Twitternya pada Kamis (24/9/2020), Pegiat media sosial tersebut mengaku tidak menerima orderan dukungan dari calon kepala daerah.
Sebab, menurutnya dukungan atas seseorang tentu terkait soal urusan hati. Tidak semata-mata karena ada uangnya saja.
"Wah, maaf.. Saya ga terima orderan dukung calon kepala daerah. Kalau saya mendukung seseorang tentu itu urusan suara hati, bukan suara duit," tulisnya, dikutip suara.com.

Kendati demikian, pernyataan Denny Siregar berikutnya sontak menjadi sorotan.
Pasalnya, Aktivis Media Sosial tersebut mengatakan akan membela siapa saja calon yang berseberangan dengan Kadrun.
Kadrun atau Kadal Gurun sendiri adalah istilah yang seringkali dipakai oleh Denny untuk menyebut oknum kelompok agama yang menggunakan cara kekerasan dan juga mengatasnamakan Islam guna kepentingan golongannya.
"Buat saya, siapa saja calon yang berseberangan dengan kadrun-kadrun yang budiman, itulah yang akan saya bela," tambah Denny.
Baca Juga: Total Kekayaan Gibran Cukup Fantastis! Ini Rinciannya
Cuitan Denny Siregar sontak mengundang berbagai reaksi dari warganet. Hingga Jumat (25/9/2020), cuitan tersebut telah disukai oleh lebih dari 1.700 pengguna Twitter.