Anies Terapkan PSBB Jilid II, PDIP: Hanya Kuat Retorika

Rabu, 16 September 2020 | 11:47 WIB
Anies Terapkan PSBB Jilid II, PDIP: Hanya Kuat Retorika
Seorang warga mengamati deretan gedung perkantoran di kawasan Kuningan, Jakarta, Senin (14/9/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Anggota fraksi PDI P DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak merasa pesimitis jika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II akan berjalan lancar. Sebab, hanya retorikanya saja yang dinilai galak selama PSBB.

Menurut Gilbert, dalam pelaksanaannya nanti, PSBB yang seharusnya lebih ketat ini malah tak ada bedanya dari sebelumnya. Sebab, pelaksanaan yang dilakukan Anies tak sebanding dengan retorikanya.

"Kebijakan yang diambil dalam PSBB fase II tidak seperti yang diharapkan. Lebih kuat retorikanya daripada operasionalnya," ujar Gilbert saat dikonfirmasi, Rabu (16/9/2020).

Salah satu contohnya adalah dengan tidak membuat kebijakan pembatasan warga yang masuk ke Jakarta seperti aturan Surat Izin Keluar-Masuk (SIKM). Padahal mobilitas orang dari dan ke Jakarta begitu tinggi setiap harinya.

"Sebagai contoh, seharusnya bukan cuma warga DKI yang dikurangi mobilitasnya tetapi juga yang masuk ke DKI," kata dia.

Lalu Anies juga disebutnya seharusnya memerintahkan jajarannya untuk sosialisasi di daerah padat penduduk. Sebab mereka disebutnya tidak terjangkau dengan perangkat informasi yang digunakan Pemprov untuk sosialisasi.

"Sosialisasi semakin beratnya wabah seharusnya bukan di jalan besar, tetapi di pasar dan gang-gang pada kelompok masyarakat yang tidak bermedsos, baca berita atau nonton TV. Pengguna jalan besar umumnya sudah mengerti dan sadar," katanya.

Ia juga menilai seharusnya Anies melakukan kajian ilmiah yang mendalam terhadap gagalnya PSBB transisi terlebih dahulu. Selanjutnya baru menjalankan solusinya tanpa perlu menarik rem darurat.

"Sejak awal kita berharap dipetakan atau dibedah persoalan kenapa terjadi lonjakan atau kegagalan PSBB Transisi, dan diberikan solusi yang tepat. Di sini pendekatan ilmiah perlu," pungkasnya.

Baca Juga: Tekan Covid-19, Jubir Satgas: DKI Perlu Sinergi dengan Wilayah Bodetabek

Kasus Melejit

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI