Eks Anggota DPR dari PAN Diperiksa KPK Terkait Kasus PT DI

Jum'at, 11 September 2020 | 11:29 WIB
Eks Anggota DPR dari PAN Diperiksa KPK Terkait Kasus PT DI
Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri di Gedung KPK, Jakarta. (ANTARA)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan memeriksa mantan anggota DPR RI Fraksi PAN Chandra Tirta Wijaya. Ia dipanggil terkait kasus korupsi penjualan dan pemasaran di PT Dirgantara Indonesia (PT DI) tahun 2007-2017.

Chandra diperiksa dalam kapasitas saksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Direktur Utama PT DI, Budi Santoso.

"Kami periksa yang bersangkutan dalam kapasitas saksi untuk tersangka BS (Budi Santoso)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Jumat (11/9/2020).

Selain Chandra, penyidik turut memanggil tiga saksi lainnya dari pensiunan TNI AD yakni, Fx Bangun Pratiknyo, Edi Martino, dan Mayjen TNI (Purn) Mulhim Asyrof. Mereka juga diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Budi Santoso.

Hanya saja, Ali belum dapat menyampaikan apa yang akan ditelisik penyidik KPK terhadap pemeriksaan sejumlah saksi ini.

Selain Budi, dalam kasus ini KPK turut menjerat mantan Asisten Direktur Bidang Bisnis Pemerintah PT DI Irzal Rinaldi Zailani (IRZ) sebagai tersangka. Irzal dan Budi diumumkan sebagai tersangka pada tanggal 12 Juni 2020.

Diketahui di awal 2008, tersangka Budi dan tersangka Irzal bersama-sama dengan para pihak lain melakukan pemasaran penjualan di bidang bisnis di PT DI.

Dalam setiap kegiatan, tersangka Budi sebagai direktur utama dan dibantu oleh para pihak bekerja sama dengan mitra atau agen untuk memenuhi beberapa kebutuhan terkait dengan operasional PT DI.

Adapun proses mendapatkan dana untuk kebutuhan tersebut melalui penjualan dan pemasaran secara fiktif.

Baca Juga: Eks Komut PT Asabri hingga Pensiunan TNI Dicecar Soal Uang Korupsi di PT DI

Pada tahun 2008 dibuat kontrak kemitraan/agen antara PT DI yang ditandatangani oleh Direktur Aircraft Integration, Direktur PT Angkasa Mitra Karya, PT Bumiloka Tegar Perkasa, PT Abadi Sentosa Perkasa, PT Niaga Putra Bangsa, dan PT Selaras Bangun Usaha.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI