Tengku Ditantang Jangan Cuma Bisa Teriak PKI, Tapi Berikan Buktinya

Siswanto Suara.Com
Jum'at, 11 September 2020 | 10:36 WIB
Tengku Ditantang Jangan Cuma Bisa Teriak PKI, Tapi Berikan Buktinya
Tengku Zulkarnain [dok. Twitter]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia menyebut semakin hari semakin banyak keturunan Partai Komunis Indonesia dan anak cucu komunis terungkap identitasnya.

"Dan ketahuan pada ngumpul bareng di kolam yang sama... Hemmm... Mau nyolot...? Silakan," kata Tengku melalui akun Twitter @ustadtengkuzul.

Pernyataan Tengku disambut gelombang cecaran dari netizen yang merasa heran dengan Tengku yang sering menggunakan narasi komunis.  "Pertanyaannya adalah anda setiap hari bahas PKI dan PKI! Kalau memang PKI dan anak cucu PKI itu ada? Buktikan dan sebutkan siapa saja mereka, jangan cuma bisanya teriak PKI, PKI, tapi tak ada bukti sama sekali," kata seorang netizen. 

Tengku mengkritik kalangan yang dinilainya tidak paham dengan program penceramah bersertifikat sehingga menjadikan MUI sasaran tembak.

"Ternyata buzzers itu akalnya lemah dan susah mencerna berita. Yang mau disertifikasi itu para dai, bukan MUI. Tapi mereka memahamkannya MUI takut disertifikasi... Berapa tiang listrik melesetnya pemahamannya mereka dari berita aslinya? hehehe... Melayani buzzers menghabiskan usia," kata Tengku.

Dia menyebut kalangan yang menyerang MUI, di antaranya buzzer yang sengaja dikerahkan untuk itu.

Tengku menyebut MUI mendapat serangan karena sejak awal menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila sehingga kemudian tak jadi disahkan DPR dan ditarik kembali oleh pemerintah.

MUI juga sejak awal menolak RUU Badan Pembina Ideologi Pancasila yang diusulkan pemerintah -- yang disebut-sebut gantinya RUU HIP.

Di balik serangan itu, menurut Tengku, ada kekuatan pendukung komunisme.

Baca Juga: Jika Ustaz Sudah Sebar Hoaks, Mencaci, Ini Sudah Keluar dari Ajaran Nabi

"Kenapa MUI diserang secara masif? Buzzers dikerahkan, bahkan umat seberang agama Islam pun ikut menyerang MUI, dan para personal MUI? Jawabnya terang benderang. Karena MUI menolak RUU HIP dan RUU BPIP. Ada kekuatan pro komunis dan raksasa besar yang terganggu. Umat rapatkan barisan..!" kata Tengku melalui akun Twitter @ustadtengkuzul.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI