Viral Video Pidato Jokowi Diedit Jadi Lagu 'Los Dol'

Kamis, 03 September 2020 | 18:52 WIB
Viral Video Pidato Jokowi Diedit Jadi Lagu 'Los Dol'
Sebuah channel YouTube mengedit pidato Jokowi hingga membuatnya seolah-olah bernyanyi. (Youtube/Afikra Armansyah)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Melihat Presiden Joko Widodo blusukan ke berbagai tempat mungkin sudah menjadi hal yang biasa.

Tapi, akun YouTube Afikra Armansyah berhasil membuat Presiden Jokowi melantunkan lagu "Los Dol" milik penyanyi Jawa Denny Caknan.

Hanya saja, Presiden tidak benar-benar bernyanyi di atas panggung layaknya penyanyi profesional, melainkan video editan pidato Jokowi menjadi seolah-olah bernyanyi.

"Dalam video ini Pak Presiden Joko Widodo tidak benar-benar bernyanyi, melainkan ini adalah hasil dari editing menggunakan software musik dan software video editing dari beberapa video pidato/keterangan pers dari Pak Jokowi," tulis Afikra dalam deskripsi video yang dibuatnya.

Sebuah channel YouTube mengedit pidato Jokowi hingga membuatnya seolah-olah bernyanyi. (Youtube/Afikra Armansyah)
Sebuah channel YouTube mengedit pidato Jokowi hingga membuatnya seolah-olah bernyanyi. (Youtube/Afikra Armansyah)

Ia menjelaskan, video-video Jokowi harus dipotong kata per kata atau per suku katanya agar saat digabungkan membentuk kalimat seperti pada lirik lagu yang dinyanyikan.

Adapun video yang diunggah Afikra itu diberi judul "Los Dol - Denny Caknan Cover by President Jokowi (SpeechComposing)."

Afikra menjelaskan, teknik Speech Composing adalah sebuah metode membuat lagu yang liriknya diambil dari pembicaraan seseorang.

"Dengan software tertentu nada bicara seseorang tersebut diharmonisasikan menjadi lagu dan diberi musik pengiring," tambahnya.

Meski menyangkut tokoh publik, Afikra menegaskan bahwa video yang ia buat hanya untuk hiburan tanpa ada intervensi pihak lain.

Baca Juga: Butik Eni Kian Naik Pamor Setelah Koleksi Batiknya Dibeli Jokowi

"Video ini dibuat hanya untuk hiburan semata, tidak ada unsur politik didalamnya, apalagi menghina ataupun menjelek-jelekan. Lihatlah video ini dari sudut pandang seni dan kreatifitas, ini adalah murni kreatifitas bermusik. Tengkyu," imbuhnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI