Bagaimana Jika Vaksin Sinovac Tak Dapat Sertifikat Halal MUI?

Siswanto Suara.Com
Sabtu, 29 Agustus 2020 | 07:49 WIB
Bagaimana Jika Vaksin Sinovac Tak Dapat Sertifikat Halal MUI?
Ilustrasi Covid-19. (Pexels)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Beberapa waktu yang lalu, Menteri BUMN Erick Thohir diutus Presiden Joko Widodo untuk pergi ke Uni Emirat Arab dan Cina untuk memastikan Indonesia bisa mendapatkan vaksin Covid-19 dalam bentuk bahan baku atau yang sudah jadi.

Di tengah negara-negara di dunia berebut vaksin untuk membuat keadaan kembali menjadi normal, Jokowi memastikan Indonesia kebagian.

Analis sosial, politik, dan ekonomi Rustam Ibrahim mengatakan ada yang bertanya, bagaimana jika vaksin buatan Sinovac (perusahaan Cina) tidak mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia?

"Saya yakin MUI akan memberikankannya. Seandainya tidak, sebagai orang awam, saya akan ikuti al-Quran saja sebagaimana tercantum dalam surat al-Baqarah ayat 173," kata Rustam dalam Tweeter.

Baca Juga: Guru SD Positif Covid-19, Pemkab Lebak Hentikan Belajar di Sekolah

"Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkan & tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (Al-Baqarah; 173)."

Rustam mengatakan penggunaan vaksin corona buatan manapun adalah keadaan darurat.

Vaksin buatan Sinovac, sekarang ini sedang dalam pengujian di Indonesia.

Rustam juga membahas tentang isu kesepakatan yang dibuat Amerika Serikat, Jepang, Inggris, dan Uni Eropa untuk mengamankan berjuta-juta dosis vaksin Covid-19 untuk warganya.

"Jika ini terjadi, vaksin tersedia tidak akan mencukupi kebutuhan negara lain, terutama 6 hingga 9 bulan pertama 2021," kata Rustam.

Baca Juga: Positif Covid-19 di Tangsel Terus Naik, Pemkot Salahkan Warganya Kebablasan

Menyangkut hal itu,  menurut Rustam keputusan pemerintah Indonesia membeli, meracik, dan memproduksi vaksin buatan Cina sudah sangat tepat demi mengamankan kebutuhan mendesak Indonesia akan vaksin virus corona.

"Semoga uji-cobanya berhasil dan segera bisa diproduksi awal 2021," kata dia.

Kemarin, Presiden Jokowi menyatakan optimistis setelah masyarakat Indonesia divaksin, perekonomian kembali normal.

"Tapi nanti, insya Allah kalau sudah pada kondisi dimana yang namanya vaksin itu sudah diproduksi dan sudah mulai disuntikan kepada masyarakat semuanya itu kita akan berada kembali pada posisi normal," ujar Jokowi ketika memberikan bantuan presiden produktif kepada pelaku UMKM di Istana Kepresidenan Yogyakarta, Jumat (28/8/2020).

Erick Thohir dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sudah berkunjung ke Uni Emirat Arab dan Cina untuk memastikan Indonesia kebagian vaksin dan bahan baku vaksin.

"Ini rebutan semua negara 215 negara rebutan vaksin semuanya untuk bisa kembali ke normal," kata Jokowi.

Jokowi optimistis pada Januari 2021, masyarakat Indonesia sudah mulai bisa divaksin.

"Tapi saya meyakini Insyaalah kita nanti di bulan Januari lah kita sudah mulai suntik vaksin, biar keadaannya masuk kedalam kondisi yang normal kembali. Kembali lagi ke usaha. Ya memang, saya kemarin ketemu dengan perusahaan besar ya kondisi sulit, ketemu pengusaha tengah sama kondisi," katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI