Soal AHY dan Sutrisno Bachir Diisukan Masuk Kabinet, Ini Respons Gerindra

Chandra Iswinarno | Novian Ardiansyah
Soal AHY dan Sutrisno Bachir Diisukan Masuk Kabinet, Ini Respons Gerindra
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. [Suara.com/Ria Rizki]

Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco mengemukakan, bukan kapasitas Gerindra untuk menyatakan setuju atau tidak terkait kewenangan Jokowi tersebut.

Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad enggan mengomentari ihwal beredar pesan berantai terkait daftar nama menteri baru yang bakal masuk dalam kabinet, apabila Presiden Jokowi melakukan reshuffle.

Pun termasuk adanya nama dari partai di luar koalisi pemerintah yang diisukan masuk kabinet.

Dalam pesan berantai tersebut, tercantum nama Soetrisno Bachir yang disebut bakal menjadi Menteri Sosial dan Agus Harimurti Yudhoyono yang diproyeksikan sebagai Menteri Koperasi dan UKM.

Menurut Dasco, terkait reshuffle sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi. Ia mengemukakan, bukan kapasitas Gerindra untuk menyatakan setuju atau tidak terkait kewenangan Jokowi tersebut.

Baca Juga: Demokrat Jakut Solid Dukung AHY Jadi Ketum 2025-2030: Bukti Nyata Tangani Banjir Rob

"Kalau menurut kami untuk kemudian reshuffle, kemudian mengajak partai bergabung, itu adalah kewenangan penuh dan hak prerogatif dari Presiden. Sehingga tidak pada tempatnya Partai Gerindra menyatakan setuju atau tidak setuju terhadap partai yang ingin bergabung untuk berkoalisi dengan Presiden Jokowi," kata Dasco di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (6/7/2020).

Sebagaimana diketahui, pesan berantai WhatsApp berisi nama-nama menteri yang tetap bertahan serta yang digantikan dalam Kabinet Indonesia Maju, dengan mengandaikan ancaman Presiden Jokowi untuk melakukan reshufle, beredar di kalangan wartawan, Kamis (2/7/2020).

Berdasarkan pesan beranti itu, sejumlah menteri masih dipertahankan dalam kabinet. Misalnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tetap dipegang oleh Airlangga Hartarto.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, masih diisi oleh Muhajir Effendy.

Selanjutnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, tetap diampu Luhut Binsar Panjaitan. Kemudian Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Luar Negeri Retno Lestari Marsudi dan Menteri Agama Fachrul Razi.

Baca Juga: Setelah Satryo, Siapa Nama Menteri yang Layak Di-reshuffle Presiden Prabowo?

Lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate.