Usai Diancam Jokowi, Mensos: Kita Kerja, Enggak Mikirin Reshuffle

Rabu, 01 Juli 2020 | 19:06 WIB
Usai Diancam Jokowi, Mensos: Kita Kerja, Enggak Mikirin Reshuffle
Menteri Sosial Juliari P Batubara (kanan) memberikan paket bantuan kepada penghuni penampungan sementara warga terdampak COVID-19 di Balai Rehabilitasi Watunas Mulya Jaya, Jakarta, Senin (11/5/2020). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Menteri Sosial RI Juliari Batubara enggan ambil pusing soal ancaman Presiden Joko Widodo untuk melakukan perombakan kabinet atau reshuffle. Juliari memilih untuk fokus bekerja.

Juliari menuturkan, reshuffle merupakan hak prerogatif Jokowi selaku presiden yang bisa kapan saja dilakukan.

"Ya kita enggak mikirin kaya gitu lah. Kita kerja saja. Kita tugasnya kerja enggak mikirin reshuffle," ujar Juliari di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Seperti diketahui, Presiden Jokowi mengungkapkan kekecewaannya terhadap jajaran Kabinet Indonesia Maju.

Baca Juga: Jokowi Ancam Reshuffle Kabinet, Tengku Zul: Percuma, Sudah Sulit Ditolong

Kekecewaan Jokowi tersebut didasarkan atas penilaian mengenai kinerja sejumlah pembantunya yang dianggap biasa-biasa saja.

Padahal, kata Jokowi, pemerintah kekinian sedang menghadapi banyak persoalan, terutama wabah virus corona covid-19 yang menghantam sektor kesehatan maupun perekonomian.

Bahkan, dalam pidatonya di hadapan anggota kabinet, Jokowi mengancam merombak kabinet atau reshuffle.

Jokowi meminta kepada jajaran menteri agar bisa mengambil langkah ekstra dalam membantu rakyat Indonesia. Ia mengaku siap mempertaruhkan reputasi politik demi rakyat.

"Hanya gara-gara urusan peraturan, urusan peraturan. Ini extra ordinary. Saya harus ngomong apa adanya, enggak ada progres yang signifikan, enggak ada. Kalau mau minta perppu lagi, saya buatkan perppu. Kalau yang sudah ada belum cukup," kata Jokowi.

Baca Juga: Jokowi Ancam Reshuffle, 5 Kementerian Ini Sempat Dapat Rapor Merah

Pidato itu diucapkan Jokowi saat menyampaikan arahan dalam sidang kabinet paripurna, di Istana Negara tanggal 18 Juni 2020.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI