Lebih lanjut, Hendri lantas menyinggung pernyataan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang mengakui adanya sejumlah masalah dalam penyerapan anggaran di Kementerian Kesehatan.
Bagi Hendri, klaim yang disampaikan Moeldoko merupakan persoalan lama yang tak kunjung tuntas, sehingga wajar apabila Presiden menunjukkan kemarahannya dengan menyentil Kemenkes.
"Apa yang disampaikan Pak Moeldoko termasuk penyerapan, itu cerita lama banget gitu. Jadi wajar pak Jokowi marah-marah, karena gak ada hal yang diperbaiki, masalah sinergi BPJS dan menteri kesehatan itu kuno karena direksi BPJS tidak diganti," ucap Hendri.
Ia pun mengatakan publik sebenarnya sering melihat Jokowi menampilkan kekesalannya terhadap situasi rumit yang terjadi di Indonesia.
Baca Juga: Alasan Video Jokowi Marah Baru Diunggah Setelah 10 Hari
Namun kemarahan yang ditunjukkan dalam sidang paripurna di Istana Negara pada 18 Juni 2020 lalu berbeda dari sebelumnya.
Untuk itu, Hendri berharap ada respons konkrit dari aksi presiden tersebut yaitu tak lain dengan peningkatan kinerja menteri.
"Mudah-mudahan implementasinya selancar marahnya (presiden) sehingga kita bisa melihat sebuah konsekuensi dari marah-marahnya presiden ini," ucap Hendri, memungkasi.