Artinya: "Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata"
Al Qurthubi menafsirkan ayat tersebut dalam tiga pendapat. Pertama, bahwa Al-Dukhan adalah salah satu syarat pertanda kiamat yang sebelumnya tidak pernah terjadi. Dukhan mendiami bumi selama empat puluh hari, memenuhi kolong langit.
Adapun orang-orang mu’min maka akan tertimpa al-zukam semacam flu, pilek atau demam, sementara pada orang-orang kafir al-dukhan akan masuk melalui hidung dan telinga mereka sehingga mereka sesak nafas.
Kedua, Al Qurthubi juga menyebut bahwa Al Dukhan belum pernah terjadi sebelumnya. Mengutip dari Al Mawardi riwayat marfi' dari Abu Said Al Khudri, Al Dukhan menimpa manusia pada hari kiamat.
Baca Juga: Masuk Indonesia, Berapa Harga Huawei MatePad Pro?
Ketiga, Al Qurthubi menukil sebuha hadis dari Shahih Muslim riwayat dariHudzaifah bin Ustad Al Ghifari perihal sepuluh pertanda datang yanya kiamat yang salah satunya adalah Al Dukhan.
Pada riwayat ini Al Dukhan disebutkan akan memenuhi barat dan timur serta akan menetap hingga menetap hingga empat puluh harmal.
Sementara itu, ulama Buya Yahya memberi penjelasan melalui salah satu ceramahnya yang diunggah Al Bahjah TV (13/1/2020), "Ada suatu ketika nanti langit akan keluar asap. itu tanda hari kiamat".
Ia melanjutkan, Nabi memberi kabar kiamat sebagai tanda tanda itu untuk menambah keyakinan.
Buya Yahya juga menyebut bahwa yang harusnya lebih diperhatikan manusia terkait adanya dukhon adalah dengan meningkatkan keimanan dan ibadahnya sebagai bekal kematian nanti.
Baca Juga: Film Rentang Kisah Resmi Rilis Poster, Beby Tsabina Curhat Soal Syutingnya
"Adapun anggapan datangnya kiamat tidak perlu ditunggu-tunggu. Sebab sebelum datangnya kiamat beneran, Anda perlu memikirkan kiamatmu sendiri yaitu kematianmu," kata Buya Yahya.