Curi HP Warga saat Minum Bandrek, 2 Waria Mendadak Lugu saat Dicokok Polisi

Senin, 04 Mei 2020 | 11:42 WIB
Curi HP Warga saat Minum Bandrek, 2 Waria Mendadak Lugu saat Dicokok Polisi
Dua waria yang ditangkap polisi terkait kasus pencurian. (Batamnews).
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Dua orang waria ditangkap polisi usai melakukan aksi pencurian di Jl Ahmad Yani, Sei Lakam, Karimun. Korbannya seorang pria bernama Robiyanto. Ia kehilangan handphone saat diletakkan di dalam jok sepeda motornya, Honda Beat bernopol BP 3003 KK.

Ternyata biang keladinya Su alias Anggun dan Rw alias Nurul. Mereka menggondol HP dengan mencongkel jok sepeda motor tersebut. Robi yang sedang asyik menikmati bandrek pinggir jalan tak menyadari kendaraannya dicongkel para waria ini.

Kejadian tersebut diketahui pada Jumat (27/4/2020) lalu. Korban membuat laporan beberapa hari setelahnya pada 30 April 2020. Polisi tak butuh waktu lama meringkus keduanya. Terlihat dalam video penangkapan keduanya pura-pura lugu saat digelandang polisi dari kos-kosan mereka. Polisi kemudian memborgol tangan keduanya dan membawa ke kantor polisi.

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Herie Pramono mengatakan pihaknya sudah melakukan penyelidikan dan memintai keterangan korban. Saat itu korban mengetahui jika handphone tidak ada setelah berada di rumah.

Baca Juga: Hamili Anak Tetangga di Kandang Ayam, Sugianto Masih Bebas Berkeliaran

"Ia kemudian kembali ke lokasi tempat parkiran bandrek untuk mencari namun tidak ditemukan," kata Herie seperti dilansir Batamnews.co.id, kemarin.

Korban kemudian membuat laporan polisi dengan nomor LP-B/23/IV/2020/Kepri/SPK-RES Karimun, tanggal 30/4/2020.

Petugas langsung bergerak melakukan penyelidikan dan melacak keberadaan handphone korban. Diketahui, handphone Samsung Note Edge warna Putih dengan nomor IMEI 3570880G068914221, digunakan oleh pelaku.

Anggota Satreskrim berhasil melacaknya. "Pelaku berhasil ditangkap bersama dengan barang bukti yang juga kita sita," ucap Herie.

Satu orang tersangka, Su alias Anggun, diketahui seorang residivis pencurian. Kini, Anggun dan Nurul menginap di dalam sel tahanan Polres Karimun. Keduanya dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.

Baca Juga: Kenal Sopir Mobil Ngamuk Langgar PSBB, Bima Arya: Orangnya Santun dan Kalem

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI