Menteri Ketenagakerjaan Gelar Pelatihan Masak di BLK Lembang

Sabtu, 02 Mei 2020 | 17:06 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Gelar Pelatihan Masak di BLK Lembang
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah. (Dok : Kemnaker).
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Dalam rangka memperingati May Day, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah menyelenggarakan pelatihan kerja masak atau katering dengan para pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) di Lembang, Jawa Barat.

Ida mengatakan, hasil pelatihan katering berupa makanan siap saji tersebut, akan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan dan terdampak Covid-19. Seluruh resources (sumber daya) di BLK Lembang dikerahkan untuk penanganan Covid-19.

"Pelatihan katering ini manfaatnya luas, dan setelah pelatihan kerja, peserta memperoleh insentif yang bermanfaat untuk mengantisipasi dampak Covid-19, " katanya, didampingi Dirjen Binalattas Bambang Satrio Lelono; SesDitjen Binalattas Surya Lukita Warman; Kepala BLK Lembang Tuti Haryanti dan Kepala BBPPK dan PKK Lembang Eko Daryatno.

Hasil pelatihan akan diberikan kepada para masyarakat dan para pekerja yang ter-PHK dan dirumahkan di sekitar BLK Lembang.

"Bahan baku pelatihan diambil dari hasil kerja siswa pelatihan BLK bidang pertanian dan langsung diolah oleh peserta pelatihan yang terPHK dan dirumahkan akibat Covid-19, " ujarnya.

Menaker terus mengoptimalkan BLK, baik yang dikelola pusat maupun pemda untuk melakukan kegiatan terkait penanganan Covid-19. Salah satunya dengan menggenjot pelatihan katering di BLK Lembang selama 10 hari, dengan peserta korban PHK dan dirumahkan atau masyarakat secara luas yang terdampak Covid-19.

Ida menjelaskan, pelatihan katering tanggap Covid-19 merupakan bentuk langkah konkrit refocusing  yang bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan dasar bagi peserta pelatihan; membantu pencegahan dan penanganan dampak Covid-19; pemberdayaan masyarakat yang terdampak penyebaran Covid-19; dan meningkatkan ketahanan ekonomi melalui pemberian insentif berupa uang saku pelatihan.

Ida menambahkan, di seluruh Indonesia ada 216 program di Binalattas dan Binapenta yang difokuskan untuk penanganan Covid-19. Bukan hanya program model pelatihan, tetapi juga ada program padat karya produktif, padat karya infrastruktur, Tenaga Kerja Mandiri (TKM), Teknologi Tepat Guna.

"Itu semua diharapakan dapat menampung masyarakat yang belum dapat kesempatan kartu prakerja, " katanya.

Baca Juga: Buruh Ikut Rapid Test Corona Gratis di Kemnaker

Menurut Menaker, dalam kondisi normal, peserta pelatihan tak diberikan insentif. Namun saat ini dilakukan refocusing anggaran Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), dengan menyisihkan dan mengalihkan  biaya perjalanan dinas untuk memberikan insentif kepada peserta pelatihan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI