Gegara Corona, Kini Warga Takut Berjabat dengan Pejabat

Bangun Santoso Suara.Com
Jum'at, 27 Maret 2020 | 10:50 WIB
Gegara Corona, Kini Warga Takut Berjabat dengan Pejabat
Penanganan pasien virus corona. (Antara)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Namun pihaknya belum menerima surat secara resmi dari Gugus Tugas Jambi. Ia hanya meminta agar masyarakat lebih waspada lagi menjaga kesehatan, serta mengurangi interaksi dengan masyarakat luas, dan menghindari keramaian.

Dia juga meminta agar masyarakat Tebo tenang dan tidak panik.

Informasi soal siapa yang positif terinfeksi virus corona ini memang masih simpang siur. Desakan agar membuka catatan perjalanan yang positif virus corona kemudian mengalir dari kelompok masyarakat. Satu di antaranya disampaikan oleh Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Tebo, beserta Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU).

Menurut mereka, Pemkab Tebo saat ini lamban menginformasikan benar atau tidak pasien yang positif covid-19 tersebut adalah salah satu pejabat Pemkab Tebo.

Mereka khawatir bila informasi catatan perjalanan yang positif covid-19 tidak dibuka, nantinya akan menimbulkan persoalan yang lebih besar, pada aspek kesehatan dan juga keselamatan masyarakat.

Ketua GP Ansor Tebo, Fadhlin Hafizi, mengatakan bahwa semestinya harus ada keterbukaan dari Pemkab Tebo dan harus memberanikan diri mengakui benar atau tidak yang positif Covid-19 tersebut adalah pejabat di Tebo. Dia menyebut terinfeksi covid-19 bukanlah sebuah aib.

"Untuk Antisipasi kita bersama jika seumpama benar pasien positif corona itu pejabat Tebo, setidaknya ada upaya yang harus dilakukan Pemkab Tebo dan dinas terkait," ujar Fadhlin.

Muncul Petisi

Kini bahkan muncul petisi online, yang berjudul ‘Buka Riwayat Perjalanan Pasien Positif Covid-19’. Petisi itu mendesak agar Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi segara membuka kepada publik catatan perjalanan pasien positif Covid-19. Informasi soal penyebaran virus disebut dalam petisi itu merupakan hak publik.

Baca Juga: Bandel Gelar Resepsi Saat Corona, 2 Pesta Nikah di Jambi Dibubarkan Polisi

Selain itu disebutkan juga dalam petisi itu, seharusnya publik mendapat informasi yang jelas agar bisa membantu mereka mengambil keputusan terbaik demi keselamatannya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI