Suara.com - Vatikan menutup sementara seluruh gereja Katolik di Roma, Italia sejak Kamis (12/3/2020). Kebijakan ini dikeluarkan untuk membendung penyebaran virus corona yang makin agresif.
Sebagaimana diketahui, virus corona telah menewaskan lebih dari 1.000 orang di Italia. Bahkan, pemerintah setempat memutuskan untuk melakukan lockdown wilayah.
Disadur dari AFP, Jumat (13/3/2020), Vikaris kepausan untuk Roma, mengatakan gereja-gereja katolik akan dibuka kembali pada 3 April mendatang.
"Karenanya, umat beriman dibebaskan dari kewajiban mereka untuk memenuhi aturan pesta," demikian penyataan Kardinal Angelo De Donatis.
Vatikan telah menghabiskan waktu berhari-hari untuk mengambil tidakan darurat dengan menutup semua tempat ibadah di seluruh negara.
Beberapa fasilitas lain seperti Museum Santo Paulus yang kubahnya dirancang oleh Michelangelo juga ditutup sementara bagi wisatawan.
Selain kebijakan tersebut, Vatikan juga melarang misa di seluruh negeri dan membatalkan pernikahan dan pemakaman.
Meski begitu, beberapa gereja tetap dibuka selama umat mengikuti peraturan pemerintah dan menjaga saling menjaga jarak satu meter ketika berada di dalamnya.
"Ketentuan ini untuk kebaikan bersama," imbuh De Donatis.
Baca Juga: Pemain Chelsea Callum Hudson-Odoi Positif Terjangkit Virus Corona
Cegah Umat Kena Virus Corona, Paus Fransiskus Ceramah via Live Streaming
Paus Fransiskus memutuskan untuk menyampaikan doa-doa hari Minggu (8/3) dengan live streaming untuk mencegah jemaah datang ke Lapangan Santo Petrus, Vatikan.
Padahal ceramah Paus yang disampaikan Lapangan Santo Petrus telah berlangsung selama berabad-abad dan menjadi sebuah tradisi.
Ia menggunakan bantuan teknologi untuk tetap dapat menyampaikan doa-doanya kepada para jemaah.
"Doa itu disiarkan melalui siaran langsung oleh Vatikan News dan di layar di Lapangan Santo Petrus," kata Vatikan dalam sebuah pernyataan.
Vatikan meyakini bahwa ketidakhadiran Paus akan mengurangi ancaman penularan virus karena tidak adanya pusat keramaian.
Sebelumnya, Paus Fransiskus sempat diduga terjangkit virus corona gara-gara terlihat flu dan batuk minggu lalu. Namun kabar itu telah dikonfirmasi tidak benar.
Paus dinyatakan negatif terhadap virus setelah dia sakit dengan gejala pilek termasuk batuk, demam, kedinginan dan sakit tenggorokan.
Dia menjalani tes lab sebagai tindakan pencegahan dan hasilnya negatif, menurut surat kabar Italia Il Messaggero.
Paus Fransiskus juga telah memutuskan menunda semua jadwal kunjungan dan pertemuan.