Diisolasi karena Corona, Begini Cerita Mahasiswa Indonesia di Kota Wuhan

Selasa, 28 Januari 2020 | 13:16 WIB
Diisolasi karena Corona, Begini Cerita Mahasiswa Indonesia di Kota Wuhan
Suasana sejumlah mahasiswa yang terisolasi dan harus tetap tinggal di dalam asrama Universitas Wuhan, China. (Foto: Aditya Fahmi/mahasiswa Indonesia di Universitas Wuhan)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Kota Wuhan di Provinsi Hubei, China resmi terisolasi akibat penyebaran wabah virus corona atau 2019-nCov sejak Kamis (23/1/2020). Kementerian Luar Negeri RI mencatat 243 Warga Negara Indonesia yang harus terisolasi di daerah itu.

Salah satu mahasiswa Universitas Wuhan, Aditya Fahmi (24) bercerita dirinya sudah 2 tahun berada di Wuhan dan hingga saat ini bersama sekitar 16 mahasiswa Indonesia lainnya masih menempuh pendidikan di salah satu universitas terbaik di China tersebut.

Menurut Fahmi, mereka yang berada di Universitas Wuhan sudah mengetahui kabar terkait penyebaran virus corona sejak akhir Desember 2019 lalu.

"Jadi kasus pertama itu kalau tidak salah tanggal 30 atau 31 Desember, akhir Desember pertama kali terdeteksi di pasar ikan di Distrik Hankou," kata Fahmi melalui pesan Whatsapp kepada Suara.com, Selasa (28/1/2020).

Baca Juga: Buntut Teror Virus Corona, Ada Usul Bebas Visa Warga China Dicabut

Mahasiswa yang tengah mengejar gelar Master of Journalism and Communication itu menjelaskan, mereka baru diperiksa kesehatan lalu diimbau untuk membatasi diri keluar ruangan dan berkumpul dengan banyak orang sejak 23 Januari 2020.

"Imbauan dari pemerintah kota, provinsi, dan pusat itu pembatasan aktivitas di luar ruang. Jadi bukan semena-mena diisolasi, tapi kalau bisa aktivitas keluar itu dikurangi secara drastis, pembatasan itu masuk ke imbauan selanjutnya kayak 23 Januari akses keluar masuk Kota Wuhan itu dibatasi, terus akses perkumpulan dibatasi kayak perayaan Imlek itu di Kota Wuhan ada yang dibatalkan," terangnya.

Selain itu, di jalan pusat kota, kendaraan pribadi sudah tidak boleh melintas. Sementara pihak kampus juga mengimbau untuk mengurangi interaksi dengan orang lain sebagai bentuk pencegahan.

Suasana sejumlah mahasiswa yang terisolasi dan harus tetap tinggal di dalam asrama Universitas Wuhan, China. (Foto: Aditya Fahmi/mahasiswa Indonesia di Universitas Wuhan)
Suasana sejumlah mahasiswa yang terisolasi dan harus tetap tinggal di dalam asrama Universitas Wuhan, China. (Foto: Aditya Fahmi/mahasiswa Indonesia di Universitas Wuhan)

Untuk memenuhi kebutuhan logistik, Fahmi dan mahasiswa Indonesia lainnya sudah terpenuhi lewat makanan yang diberikan kampus setiap harinya, persediaan masker di asrama juga selalu tersedia karena supermarket kampus masih melayani mahasiswa Wuhan.

"Kalau di Wuhan University supermarket kampus buka, makan kalau untuk internasional student dikasih, jadi alasan untuk keluar kampus tuh enggak ada karena kebutuhan logistik dan sebagainya sudah terjangkau di dalam kampus saja," jelasnya.

Baca Juga: Menkes Terawan Ingatkan Tak Semua Warga China yang Datang Bawa Virus Corona

Ke-16 mahasiswa Indonesia di Universitas Wuhan selalu berkoordinasi untuk saling memenuhi kebutuhan logistik setiap minggunya terlebih di saat pembatasan aktivitas seperti sekarang ini.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI