Suara.com - Wacana dibangkitkan kembali Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) menuai tanggapan dari salah satu pendiri Partai Amanat Nasional Abdillah Toha.
Dalam kicauan di akun jejaring sosial Twitter @AT_AbdillahToha, Kamis (15/8/2019), Abdillah Toha menilai GBHN merupakan akal-akalan partai yang ingin mengatur presiden.
Di cuitan tersebut, Abdillah Toha meminta agar tidak mengganggu presiden terpilih. Kata dia, GBHN dulu ada karena presiden dipilih oleh MPR, sementara kini presiden dipilih oleh rakyat.
Kiwari, imbuh Abdillah Toha, rakyat memilih presiden karena visi dan janji-janjinya, bukan janji partai. Menurut Abdillah Toha, sebagian besar rakyat memilih Joko Widodo bukan karena partai pengusungnya.
Baca Juga: Jokowi Gladi Bersih Upacara 17 Agustus di Istana Merdeka
"Sudahlah jangan 'ngrusuhi' presiden terpilih. GBHN itu kan dulu karena presiden dipilih MPR. Sekarang pilih presiden karena visi dan janji-janjinya. Bukan janji partai. Sebagian besar kita memilih Jokowi bukan karena partai pengusungnya. GBHN hanya akal-akalan partai saja yang ingin ngatur presiden," kicau Abdillah Toha.
Sekedar informasi, berawal dari Kongres V PDI Perjuangan merekomendasikan agar MPR kembali diberikan kewenangan menetapkan GBHN.
PDIP beralasan dengan adanya GBHN, semuanya dibimbing oleh sebuah arah, yakni bagaimana bangsa Indonesia maju dan dapat menjadi pemimpin di antara bangsa-bangsa maju.