Suara.com - Sepasang suami istri berencana untuk melakukan jihad jika capres nomor urut 01 Jokowi-Maruf memenangkan Pilpres 2019. Rencana jihad ini pun mendapatkan komentar telak dari Rais Syuriah PCNU Australia Nadirsyah Hosen atau dikenal Gus Nadir.
Melalui akun Twitter @romitsut, pemilik akun menceritakan kesiapannya untuk melakukan jihad jika Jokowi-Maruf dilantik sebagai presiden. Sang istri pun bersedia untuk jihad bersama dengan suami.
"Istriku bertanya, pah kalau 01 yang dilantik dengan kecurangan apa yang dilakukan? Aku jawab 'Lawan dengan jihad'. Istri bertanya lagi: lah terus kalau peluru menembus jantungmu pah? Aku jawab: maka kamu harus siap jadi janda. Sambil genggam tanganku: aku akan jihad bersama suamiku," kata akun itu seperti dikutip Suara.com, Kamis (2/5/2019).
Cuitan akun @romitsut ini pun ramai dikomentari oleh para warganet. Gus Nadir pun turut memberikan komentar atas cuitan tersebut dengan jawaban yang sangat telak.
Baca Juga: Ridwan Kamil Sesalkan Kekerasan Terhadap Jurnalis Terjadi saat May Day
"Bapak @romitsut curang atau tidak itu biarkan nanti Mahkamah Konstitusi yang putuskan. Bukan saya atau anda, juga bukan ijtima' ulama," balas Gus Nadir.
Lebih lanjut, Gus Nadir menyebut bila jihad yang dilakukan oleh pasutri itu bukanlah dianggap sebagai jihad dan mati syahid. Namun, Gus Nadir menyebut tindakan jihad yang dilakukan oleh pasutri tersebut sebagai mati konyol.
"Presiden yang dilantik nanti itu sah secara hukum, Melawan presiden yang sah itu boughat, bukan dianggap jihad. Bukan mati syahid tapi mati konyol, pak!" ungkap Gus Nadir.
Cuitan dari Gus Nadir tersebut pun mendapatkan respons dari warganet. Banyak warganet yang mengaku miris melihat sikap pasutri tersebut yang dinilai salah memaknai jihad sesungguhnya.
Baca Juga: Imam Masjid New York Sebut Kecurangan Pemilu Telanjang Bulat di Publik