Penuh Darah dan Keringat, Sejarah Kelam di Balik Hari Buruh

Rabu, 01 Mei 2019 | 11:22 WIB
Penuh Darah dan Keringat, Sejarah Kelam di Balik Hari Buruh
Aksi Hari Buruh Internasional digelar di Alun-Alun Kota Bekasi, Jawa Barat pada Rabu (1/5/2019). [Suara.com/M Yacub Ardiansyah]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
Ilustrasi sejarah hari buruh (Pixabay/PhamDigi)
Ilustrasi sejarah hari buruh (Pixabay/PhamDigi)

Namun, 2 hari kemudian, dua orang pekerja di Chicago berakhir tewas akibat ditembak polisi. Sedangkan hari berikutnya, 7 polisi dan 4 warga terbunuh karena granat yang dilemparkan ke para pekerja.

Bahkan, ada 7 orang yang dijatuhi hukuman mati dan 1 orang dihukum penjara 15 tahun. Namun, pada akhirnya, hanya 4 yang dieksekusi sementara 1 orang memilih bunuh diri.

Kerusuhan ini pada akhirnya disebut sebagai Kerusuhan Haymarket dan menjadi pendorong para pekerja untuk makin memperjuangkan Hari Buruh.

Per tahun 1989, tanggal 1 Mei pun akhirnya dideklarasikan sebagai Hari Pekerja Internasional atau Hari Buruh.

Sementara saat ini, total ada 66 negara di seluruh dunia yang secara resmi memperingati gerakan Hari Buruh dan memperjuangkan hak-hak pekerja.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI