Suara.com - Sejumlah foto lelaki muda zaman dulu yang mirip Presiden Jokowi viral di media-media sosial, sejak Kamis (23/8/2018).
Uniknya, foto zaman dulu yang mirip Jokowi tersebut berdandan ala Sid Vicious, basis band Punk Inggris era 1970-an, Sex Pistols.
Dalam foto yang viral tersebut, tampak rambut lelaki mirip Jokowi itu ditata bak Sid Vicious, memakai jaket kulit, serta kaus bergambar Sex Pistols.
Foto itu kali pertama diunggah oleh akun Instagram Aganharahap, dan dikomentari sedikitnya 10 ribu warganet.
Baca Juga: PSG Bidik Rakitic Sebelum Penutupan Bursa Transfer Musim Panas
“Sekilas tampak beda, tapi kalau diperhatikan memang mirip. Ternyata beliau punya banyak pengalaman di masa mudanya, pantas saja merakyat,” tulis akun fitri.wahyunii di kolom komentar.
Sementara akun kolleksianNo offense berkomentar, “Mungkin fotonya asli dan mirip Pak Jokowi, tapi saya meragukan itu pak @jokowi sendiri. Karena punk di Indonesia baru ada tahun 80-an, dan jumlahnya sedikit sekali, baru booming 90an, pakaiannya belum semapan yang difoto, karena nyari baju band punk susah pada masa itu.”
Sebagai keterangan foto, Aganharahap mengungkapkan kisah foto yang diunggahnya tersebut.
“Belum lama ini saya berkesempatan untuk berjumpa ke kediaman seorang senior mantan dedengkot punk tanah air yang kini dikenal sebagai salah satu kolektor keris. Ditemui di kediamannya dibilangan Jatinegara, beliau yang meminta agar identitasnya dirahasiakan, bercerita tentang awal pergerakan punk di Indonesia. .
Beliau juga menyayangkan tentang stigma negatif yang kerap disematkan pada anak-anak punk. Menurutnya orang hanya melihat tampilan luarnya saja. Ia lalu bercerita tentang pandangan punk yang mencakup kebebasan individu, anti-otoritarianisme, etika DIY, dsb.
Baca Juga: Peran Anthony di Nomor Perorangan Masih Tanda Tanya
“Tapi kesemuanya itu tentu kembali pada pribadi lepas pribadi, dik. Tidak sedikit anak-anak punk yang dulu di cap urakan itu sekarang sukses jadi orang”, tambahnya seraya mengeluarkan sebuah album foto lama.
Dengan hati-hati beliau membuka tiap lembaran di album itu. Ia menunjuk beberapa foto kawan-kawannya, sesama pionir punk Indonesia, yang kini sukses menjadi pengusaha, pejabat pemerintah, bahkan tokoh agama.
Beliau yang sejak tadi aktif bercerita, tiba-tiba terdiam. Matanya memandang lurus pada sebuah foto di album itu. “Kalo sahabat saya yang satu ini sekarang sudah jadi anak metal, dik”. Ujarnya sambil tersenyum penuh arti setelah saya menanyakan siapa orang yang ada di foto itu. .
Obrolan kami meluas ke ranah agama, politik sampai kepada pemeran pengganti presiden dalam gelaran Asian Games yang baru lalu itu.
"Ah, kalo dia masih muda kayak dulu, mungkin ga perlu pake stuntman.." Gumamnya perlahan sambil menerawang. "Loh, bapak kenal sama presiden?" Tukas saya cepat. Lagi-lagi beliau hanya tersenyum penuh arti.
Hari menjelang sore dan saya pun mohon pamit karena saya harus mengejar kereta yang akan membawa saya pulang ke Jogja. .
Kereta bergerak perlahan meninggalkan Jakarta. Dari balik jendela, lampu-lampu di sepanjang jalan tampak bagai fragmen-fragmen terpisah yang berkelindan dengan cepat. Lagu 'Rise Above' dari Black Flag mengiringi saya menuliskan kisah ini kepada anda.