Cak Imin Tersanjung Didorong Jadi Cawapres 2019

Rabu, 20 Desember 2017 | 18:42 WIB
Cak Imin Tersanjung Didorong Jadi Cawapres 2019
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (tengah) didampingi Anggota Dewan Syuro PKB Abdul Ghofur (kedua kiri) menggelar dialog keagamaan, di Jakarta, Minggu (3/9). Dialog itu antara lain membahas krisis etnis Rohingya di Myanmar. [Suara.com/Oke Atmaja]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin bangga namanya digadang-gadang kader PKB sejumlah daerah sebagai bakal calon Wakil Presiden dalam Pilpres 2019 nanti.‎

Hal ini menyusul banyak spanduk dan baliho besar yang memampangkan ‎fotonya sebagai bakal cawapres di beberapa daerah.

"Saya sendiri merasa tersanjung dan merasa perlu berterima kasih kepada teman-teman di daerah yang begitu semangat memberikan dukungan. Tapi saya berpesan sabar dulu, karena waktu masih panjang‎, belum waktunya kita bicara calon presiden dan calon wakil presiden," kata Cak Imin di kantor PKB Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Rabu (20/12/2017).

Dia mengaku tidak tahu awal mula munculnya gerakan spanduk dan baliho yang memampang dirinya sebagai cawapres.

Baca Juga: PKB Jawa Barat Ancam Cabut Dukungan ke Ridwan Kamil

"Saya tidak tahu, semangat mungkin karena punya harapan, punya aspirasi yang sama, saya tidak tahu," ujar dia.

Untuk menentukan sikap atas gerakan yang menggadang-gadang namanya sebagai bakal calon cawapres, kata Cak Imin, perlu tiga tahapan. Pertama melalui musyawarah pimpinan nasional DPP PKB, dan kedua musyawarah alim ulama sekaligus istikharah‎ untuk menentukan pilihan terbaik.

"‎Ketiga, perlu koordinasi dengan pengurus NU (Nahdatul Ulama)," kata dia.

‎Untuk menjawab itu semua, Cak Imin mengaku butuh waktu untuk berkoordinasi dan berkonsultasi terlebih dahulu. Termasuk jika ia ingin maju sebagai bakal cawapres untuk mendampingi capres siapa, Cak Imin belum bisa menjawabnya.

"‎Saya butuh waktu berpikir, berkonsultasi. Nanti mungkin awal tahun 2018 saya baru berkomentar dan memberi jawaban," ujar dia.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Dekati PKB yang Mau Cabut Dukungan ke Ridwan Kamil

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI