Akhir November, Jokowi Was-was dengan Nasib Golkar

Selasa, 19 Desember 2017 | 00:02 WIB
Akhir November, Jokowi Was-was dengan Nasib Golkar
Presiden Joko Widodo saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar yang digelar di Jakarta Convention Center, Jakarta Selatan, Senin (18/12/2017). (Suara.com/ Dian Rosmala)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
Akhir November 2017, ‎Presiden Joko Widodo mendapatkan laporan kalau situasi di internal Partai Golkar tegang. Ketegangan dipicu makin kuat desakan untuk mengganti Setya Novanto dari posisi ketua umum setelah Novanto tersangkut kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.
 
"Akhir bulan November ‎lalu saya sempat was-was. Kabar kabarnya, entah benar atau tidak Golkar sempat memanas, Golkar sempat menghangat, tapi ini kabar-kabar. Tetapi setelah saya dalami ternyata hanya hangat-hangat kuku, tidak sampai panas," kata Jokowi ketika membuka Musyawarah Nasional Luar Biasa Oartai Golkar di JCC Senayan, Jakarta, Senin (18/12/2017), malam.
 
Pada waktu itu, Jokowi sampai ditemui para pimpinan DPD tingkat provinsi di Istana Bogor. Dia menerima dengan pertimbangan laporan tadi.
 
"Saat itu juga‎ saya terima," ujar dia.
 
Dalam pertemuan itulah, Jokowi menndapatkan gambaran yang jelas tentang situasi Golkar.
 
Usai pertemuan di Istana Kepresidenan Bogor, Jokowi diajak berfoto bersama dengan mereka. Bahkan, sebagian mengajak selfie.
 
"Bahkan selesai acara, seluruh ketua DPD I minta foto satu-satu. Saya layani karena tamu istimewa saya, ada juga yang minta selfie, saya juga layani," kata dia.
 
Menurut Jokowi Golkar merupakan partai besar yang memiliki banyak kader unggul di berbagai aspek. Ada kader politikus mumpuni,  teknokrat, negarawan yang disegani. Golkar juga memiliki struktur dari pusat sampai ke tingkat paling bawah, yakni tingkat desa hingga RT.
 
"Jadi jika Golkar gonjang ganjing, tidak solid, tidak utuh, ‎ini tidak bagus untuk Golkar maupun untuk politik nasional. Jadi saat sayaa menerima DPD I Golkar kemarin, yang saya minta jangan sampai partai Golkar ini pecah, harus solid, harus utuh, itu pesan saya," ujar dia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI