Foto: Jenazah mantan Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh, terbaring dengan luka menganga di kepala. [AFP]
Sementara itu, dalam siaran televisi Al Masirah TV, pemimpin kelompok Houthi, Abdul Malik Al-Houthi mengatakan, pihaknya membunuh Saleh karena pengkhianatannya terhadap rakyat Yaman.
"Saleh telah mengkhianati ribuan rakyat Houthi yang menjadi mayat karena dibunuh oleh tentara Saudi. Ia berkhianat dan mau bekerja sama dengan Saudi untuk meneruskan perang di negeri ini," kata Abdul Malik.
Baca Juga: Musim Depan, Ducati Tak Lagi Beri 'Toleransi' kepada Lorenzo
Abdul Malik juga mengungkapkan, telah mengalahkan gerombolan loyalis Saleh dalam tiga hari peperangan.
Ia lantas meminta sisa-sisa milisi pengikut Saleh meletakkan senjata dan balik mendukung perjuangan rakyat Yaman untuk mengusir penjajah Saudi.
Tak hanya itu, Abdul Malik juga memastikan milisi Houthi tak bakal menyerang GPC untuk membalas pengkhianatan Saleh.
"Masalah kami bukanlah dengan GPC sebagai institusi partai atau anggota-anggotanya. Masalah rakyat Yaman adalah penjajahan Saudi," tegasnya.
Baca Juga: Rossi: Tahun Depan Lorenzo akan Sangat Kuat
Foto: Warga tampak membawa poster pemimpin kelompok Houthi, Abdul Malik Al-Houthi. [AFP/Mohammed Huwais]