Penyeberangan Merak-Bakauheni Distop Sementara, Ada Apa?

Ardi Mandiri Suara.Com
Jum'at, 01 Desember 2017 | 04:12 WIB
Penyeberangan Merak-Bakauheni Distop Sementara, Ada Apa?
Pelabuhan Merak, Banten.
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Penyeberangan Pelabuhan Merak (Banten)-Bakauheni (Lampung) dihentikan sementara akibat gelombang tinggi disertai angin kencang sehingga membahayakan keselamatan penumpang jika dioperasikan pelayaran Pulau Jawa dan Sumatera ini.

Penghentian sementara itu merupakan keputusan Rapat Koordinasi antara PT ASDP, Gapasdap, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah Banten, dan KSOP Merak.

"Kami memohon pengertian kepada seluruh penumpang pengguna jasa penyeberangan Merak-Bakauheni, karena cuaca di perairan Selat Sunda cukup berbahaya bagi pelayaran," kata Plt Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Intan Sugiharti dalam penjelasan tertulis, Kamis.

Saat ini, gelombang perairan Selat Sunda sangat tinggi hingga lima meter dengan angin di atas 45 knot akibat siklon tropis Dahlia yang melanda sebagian wilayah Indonesia.

Cuaca ekstrem itu tentu cukup membahayakan bagi penyeberangan Merak-Bakauheni.

Untuk itu, ASDP Indonesia Ferry menghentikan pengoperasian pelayaran Merak-Bakauheni.

Penghentian sementara pelayaran penyeberangan Merak-Bakauheuni, sejak Kamis sore pukul 17.45 WIB, katanya lagi.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Fahmi Alweni mengatakan, pihaknya sangat memprioritaskan keselamatan dan keamanan bagi pengguna jasa yang akan menyeberang.

"Cuaca sangat ekstrem yang terjadi saat ini sangat membahayakan pelayaran sehingga dihentikan sementara. Kami minta penumpang bersikap sabar dan menunggu cuaca kembali normal," katanya pula.

PT ASDP juga terus berkoordinasi dengan stakeholder termasuk Badan, Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menghadapi cuaca ekstrem.

"Kami minta pengertian dari pengguna jasa karena cuaca ekstrem itu menjadikan ancaman keselamatan pelayaran. Lebih baik tidak dioperasikan pelayaran Merak-Bakauheni dibanding berisiko kecelakaan," katanya lagi. [Antara]

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI