Berseragam Tentara, Suratman Menodong Pisau dan Merampok

Minggu, 05 November 2017 | 09:20 WIB
Berseragam Tentara, Suratman Menodong Pisau dan Merampok
Ilustrasi perampokan (pixbay)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Mengenakan baju loreng khas tentara, Suratman (46) merampok dengan tindakan kekerasan. Suratman adalah warga DK 1F Desa Rantau Sakti, Kecamatan Tambuse Utara, Rokan Hulu, Riau.

Sejak Sabtu (4/11/2017) kemarin, dia sudah tidak bisa merampok karena sudah ditangkap. Suratman tertatih-tatih saat dipamerkan di depan jurnalis di Polres Asahan, Sabtu sore.

Suratman merupakan salah satu dari empat pelaku tindak kejahatan perampokan yang ditembak personel unit Jahtanras Polres Asahan karena mencoba melawan. Sementara ketiga temannya berhasil melarikan diri.

Suratman cs kerap mengenakan seragam lengkap TNI dan tidak segan-segan menganiaya korbannya. Bahkan, aksi kejahatan ini sudah berulangkali dilakukannya hingga meresahkan masyarakat.

Baca Juga: Keseringan Dirampok, Pemilik Toko Tuliskan Surat untuk Pencuri

Seperti dilansir GoSumut, Kanit Jatanras, Ipda Khomaini mengatakan pelaku bersama tiga rekannya yang lain kerap melakukan tindakan pencurian dengan kekerasan sesuai dengan laporan korbannya.

Uang korban dirampas lalu dipukuli sembari diancam dengan pisau. Atas pengaduan tersebut, unit Jahtanras melakukan penyelidikan dan diketahui pelaku berada di rumahnya di DK 1F Desa Rantau Sakti, Kecamantan Tambuse Utara, Rokan Hulu.

Selanjutnya petugas langsung menuju kekediaman pelaku dan langsung dilakukan penggerebekan.

"Kita melakukan penggerebekan di salah satu rumah di Kota Duri. Namun, empat pelaku melarikan diri ke areal perkebunan sawit. Salah satunya, bernama Suratman yang sebelumnya coba melawan dan kabur, terpaksa ditembak karena tidak mengindahkan tembakan peringatan. Kita terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur mengarah ke kaki pelaku," jelasnya.

Sementara itu, Suratman mengakui mereka melakukan aksi pencurian dengan kekerasan bersama tig temannya, bernama Heri, Sahrul dan Jumaidi (DPO). Dan keempat pelaku ini residivis yang saat melakukan aksinya memakai seragam TNI dan sangkur.

Baca Juga: Menyamar Sebagai Ustaz, Rampok Rampas Kalung Nenek 84 Tahun

"Memang kami mengelabui para korban dengan memakai seragam TNI dan sangkur. Untuk pakaian TNI ini kami beli, Bang," ujarnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI