Suara.com - Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Jim Mattis, mengatakan belum berani memastikan kematian pemimpin ISIS, Abu Bakr Al-Baghdadi.
"Jika kami tahu, kami akan memberitahu kalian--sekarang ini, saya tidak bisa memastikan atau membantah (kematian Al-Baghdadi)," kata Mattis kepada media di Pentagon, Jumat (14/7/2017), dikutip dari AFP.
"Pendekatan kami adalah kami berasumsi dia (Al-Baghdadi) masih hidup sampai terbukti sebaliknya, dan saat ini saya tidak dapat membuktikan sebaliknya," sambung Mattis.
Sebelumnya, pada Selasa (11/7/2017) lalu, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, mengatakan Abu Bakr Al-Baghdadi telah tewas.
Mereka menyatakan memiliki bukti yang tak terbantahkan bahwa orang nomor satu ISIS itu telah terbunuh operasi kontraterorisme di daerah Deir Ezzor, timur Suriah.
"Komandan tertinggi ISIS yang berada di Provinsi Deir Ezzor telah mengonfirmasi tewasnya Abu Bakr Al-Baghdadi, pemimpin ISIS, kepada Observatorium," ujar Rami Abdel Rahman, direktur Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.
Para pemimpin ISIS, termasuk Al-Baghdadi, dilaporkan telah melarikan diri dari Raqqa, Suriah, ke Deir Ezzor dan Madan secara massal pada Mei lalu, jelang operasi koalisi pembebasan Raqqa, yang diambil alih ISIS sejak tiga tahun lalu.
Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya menawarkan hadiah sebesar 25 juta dolar AS (sekitar Rp334 miliar) bagi yang berhasil menangkap Al-Baghdadi: hidup atau mati.
Hadiah ini sama seperti yang pernah ditawarkan pemerintah Negeri Paman Sam untuk mantan pimpinan Al-Qaeda, Osama bin Laden, yang tewas oleh sebuah operasi militer AS di Abbottabad, Pakistan, 2 Mei 2011.
Baca Juga: Periksa Novanto Hari Ini, KPK: Namanya Sering Disebut Terdakwa