Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, mengerahkan 50 ribu pelajar seluruh Kota Bogor untuk menyambut kedatangan Raja Arab saat ke Istana Bogor.
TNI dan Polri menyiapkan 18.161 personil untuk mengamankan kunjungan raja, termasuk lebih dari 1.000 personil gabungan yang mengamankan kunjungan Raja beserta rombongan ke Pulau Dewata, 4-9 Maret 2017 untuk berlibur.
Sementara itu, sebanyak 150 koki disiapkan oleh Aerofood Catering Service, anak perusahaan maskapai Garuda Indonesia, untuk membantu menjamu rombongan Raja Salman selama berkunjung di Indonesia.
Istana Kepresidenan Bogor menyediakan lahan khusus untuk Al Saud Garden membentang di depan gedung Serbaguna istana tersebut khusus untuk menyambut kehadiran Raja Salman bersama pangeran di Istana tersebut.
Berbeda dengan kunjungan Raja Arab ke Indonesia 47 tahun silam, tepatnya pada Rabu, 10 Juni 1970, Raja Faisal bin Abdul Aziz Al Saud disambut dengan upacara kenegaraan di Bandar Udara Kemayoran, Jakarta, yang ketika itu masih aktif, dikutip dari Antara.
Kala itu, Raja Faisal disambut oleh Presiden Soeharto didampingi Menteri Luar Negeri Adam Malik, Ketua MPR dan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.
Seperti dikutip buku "Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973" yang ditayangkan laman Soeharto.co, mereka kemudian menuju Istana Merdeka untuk melakukan pertemuan kenegaraan.
Percakapan berlangsung lebih dari setengah jam dan diikuti oleh Menteri Luar Negeri Adam Malik, Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi H. Aminudin Aziz, Menteri Negara Idham chalid, dan rombongan Raja Faisal.
Kemudian pada malam harinya, Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto mengadakan jamuan makan malam kenegaraan untuk menghormati kunjungan Raja Faisal.
Baca Juga: Jika Ada Waktu, Rizieq akan Bicara Empat Mata dengan Raja Salman