Sidang Ahok, Ahli dari MUI Jelaskan Makna Awliya kepada Hakim

Selasa, 07 Februari 2017 | 16:04 WIB
Sidang Ahok, Ahli dari MUI Jelaskan Makna Awliya kepada Hakim
Sidang lanjutan perkara dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Auditorium Gedung Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (3/1). [CNN/Safir Makki/Pool]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
Di persidangan, hakim meminta pendapat anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Hamdan Rasyid mengenai makna awliya yang berada di surat Al Maidah ayat 51. Mereka menanyakan hal itu kepada saksi ahli karena selama ini terdapat terjemahan yang berbeda-beda, ada yang mengartikan pemimpin, ada juga yang mengartikan teman setia.

"Lantas, bagaimana menurut keilmuan saudara?" ujar hakim dalam persidangan kesembilan perkara dugaan penodaan agama yang berlangsung di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (7/2/2017).

Hamdan yang juga dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah itu menjelaskan bahwa dari segi bahasa, awliya bentuk jamak dari kata waliyun. Dia mengatakan kata tersebut memang punya beberapa makna.

"Dalam surat Al Baqarah disebutkan Allah adalah pelindung bagi pemimpin. Dalam beberapa ayat seperti di surat Al Imran dan seterusnya disini tegas awliya di sini artinya pemimpin," kata Hamdan.

Hamdan menyebutkan beberapa surat dalam Al Quran yang menyantumkan kata awliya, seperti Al Maidah ayat 51 dan Al Imran.

"Di situ tegas, awliya di sini adalah wali, artinya pemimpin, sudah diserap bahasa Indonesia, wali kota, atau wali nikah," kata Hamdan.

Hamdan menyebutkan empat metode tafsir yang populer dan biasa digunakan untuk membedah makna ayat, yakni tafsir maudhu'i atau tafsir tematik, tafsir tahlili atau tafsir secara mendalam, dan tafsir muqaran.

"Kalau tafsir itu dijelaskan, kalau teman setia saja tidak boleh apalagi pemimpin. Saya tidak mempermasalahkan jika ada yang menerjemahkan sebagai teman setia tapi saya menafsirkan sebagai pemimpin," kata dia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI