Suara.com - Ketua majelis hakim Dwiarso Budi Santiarto meminta Nurkholis Majid berbicara lebih keras ketika menjawab pertanyaan hakim dan jaksa penuntut umum di persidangan perkara dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), hari ini. Kameramen Dinas Komunikasi, Informasi, dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta ini merupakan salah satu saksi fakta yang dihadirkan jaksa.
Dwiarso sampai menyinggung pekerjaan Nurkholis sebelum menjadi kameramen. Dulu, Nurkholis adalah anggota Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Apalagi anda sebagai satpol PP, atasan kamu saja keras. Masak ngomongnya gini (pelan)," ujar Dwiarso di Auditorium Kementerian Pertanian, Jalan R. M. Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2017).
Dwiarso kembali mengingatkan Majid agar tidak takut memberikan kesaksian meskipun terdakwanya adalah atasan, Ahok. Dwiarso mengatakan saksi sudah disumpah untuk memberikan keterangan sebenar-benarnya.
"Anda jangan takut ya," kata Dwiarso.
Mendengar pernyataan Dwiarso, Ahok yang duduk di barisan tim pengacara terlihat tertawa.
Setelah mendengar kesaksian Majid, Ahok tidak menyampaikan keberatan. Berbeda dengan setelah Ahok mendengarkan kesaksian Muhammad Asroi Saputra (36), salah satu saksi pelapor. Ahok keberatan dengan hampir semua keterangan Asroi.
Ahok Tertawa Saat Saksi Disuruh Hakim Jangan Takut Beri Kesaksian
Selasa, 24 Januari 2017 | 16:19 WIB

Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
BERITA TERKAIT
Massa Yayasan Kesatria Keris Bali Geruduk DPRD Bali Soal Penistaan Agama di Kelab Atlas
07 Februari 2025 | 15:45 WIB WIBREKOMENDASI
TERKINI