Ketika menghadiri acara bedah buku berjudul A Man Called #AHOK: Sepenggal Kisah Perjuangan dan Ketulusan, calon gubernur Jakarta petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) curhat.
Dia mengaku kepalanya pusing setiap hari Selasa.
"Tiap Selasa, sidang sampai malam pusing-pusing saya," ujar Ahok di BPU Ruma Gorga Mangampu Tua 2, Jalan Kamad, nomor 14, Pondok Bambu, Jakarta Timur, Senin (16/1/2017).
Kok bisa setiap hari Selasa kepala pusing? Soalnya setiap Selasa dia menjalani persidangan kasus dugaan penodaan agama yang saat ini sudah memasuki sidang kelima. Dari pagi sampai malam hari dia duduk di hadapan majelis hakim.
Sidang kelima berlangsung pada Selasa (10/1/2017) dengan agenda mendengarkan empat saksi pelapor yang dihadirkan jaksa penuntut umum.
Besok, Selasa (17/1/2017), Ahok akan kembali menjalani persidangan keenam dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari pihak pelapor.
Seperti biasa, sehari menjelang sidang, Ahok mempelajari materi berita acara pemeriksaan yang disodorkan tim pengacara.
"Setiap Senin mesti baca BAP. Pengacara sodorin kan, tebal-tebal. Kita kan mesti tahu, kenapa dia melapor. Semua itu, saya nikmatin sebagai pembelajaran," kata Ahok.
Dia mengaku kepalanya pusing setiap hari Selasa.
"Tiap Selasa, sidang sampai malam pusing-pusing saya," ujar Ahok di BPU Ruma Gorga Mangampu Tua 2, Jalan Kamad, nomor 14, Pondok Bambu, Jakarta Timur, Senin (16/1/2017).
Kok bisa setiap hari Selasa kepala pusing? Soalnya setiap Selasa dia menjalani persidangan kasus dugaan penodaan agama yang saat ini sudah memasuki sidang kelima. Dari pagi sampai malam hari dia duduk di hadapan majelis hakim.
Sidang kelima berlangsung pada Selasa (10/1/2017) dengan agenda mendengarkan empat saksi pelapor yang dihadirkan jaksa penuntut umum.
Besok, Selasa (17/1/2017), Ahok akan kembali menjalani persidangan keenam dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari pihak pelapor.
Seperti biasa, sehari menjelang sidang, Ahok mempelajari materi berita acara pemeriksaan yang disodorkan tim pengacara.
"Setiap Senin mesti baca BAP. Pengacara sodorin kan, tebal-tebal. Kita kan mesti tahu, kenapa dia melapor. Semua itu, saya nikmatin sebagai pembelajaran," kata Ahok.