Wakapolda Akan Bubarkan Massa Jika Demo Ahok Tak Tertib

Selasa, 03 Januari 2017 | 11:54 WIB
Wakapolda Akan Bubarkan Massa Jika Demo Ahok Tak Tertib
Wakapolda Metro Jaya Brigadir Jenderal Suntana. [Suara.com/Agung Sandy Lesmana]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigadir Jenderal Suntana akan memerintahkan anggotanya untuk membubarkan massa jika demostrasi tidak tertib di depan Auditorium Kementerian Pertanian, Jalan R. M. Harsono, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2017). Saat ini, massa dari pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan penentang Ahok tengah aksi, sementara di dalam gedung berlangsung sidang perkara penodaan agama dengan terdakwa Ahok.

"Sepanjang masih dalam keadaan tertib, kami tidak akan bubarkan. Tapi jika ada potensi itu, semua kelompok akan kami bubarkan, tidak cuma satu, tapi semuanya kami bubarkan," kata Suntana di lokasi.

Sejauh ini, Suntana menilai situasi di luar gedung masih kondusif. Dia belum menerima laporan gesekan antara dua kelompok massa.

"Sampai sekarang tak ada laporan, tapi karena di sana orasi, di sini orasi bisa menimbulkan situasi panas, di situ peran polisi dan masyarakat agar mengingatkan kelompoknya supaya tidak terprovokasi kelompok lain," katanya.

Lebih dari dua ribu anggota polisi dikerahkan untuk melancarkan persidangan keempat kasus Ahok. Anggota tersebar di dalam gedung, depan gedung, sampai di jalan raya.

Petugas di depan gedung membuat barikade untuk memisahkan dua kelompok massa agar tidak bergesekan.

"Kegiatan sudah sangat preventif, ada penyekatan, ada anggota, kelompok sana juga kita ingatkan jangan pemprovokasi, yang kelompok satunya juga kami ingatkan agar tenang," kata Suntana.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Iwan Kurniawan tak henti-henti mengimbau massa untuk tertib.

"Mari kita jaga ketertiban. Sadarilah lokasi kegiatan ini terbatas jadi saya minta saudara-saudara berkumpul di tempat yang sudah ditentukan, di belakang mobil komando," kata Iwan.


BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI